Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Pelaku Pembunuhan Pria di Badung Ditangkap, 2 Masih di Bawah Umur

4 Pelaku Pembunuhan Pria di Badung Ditangkap, 2 Masih di Bawah Umur
Pelaku pembunuhan di wilayah Kecamatan Abiansemal (Dok.IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
  • Polisi menangkap empat pelaku pembunuhan DAD di Badung, dua di antaranya masih di bawah umur dan berasal dari Jember serta Lombok Timur.
  • Aksi keji dilakukan dengan memukul korban memakai botol dan kursi besi, lalu menggorok lehernya sebelum membawa kabur barang berharga milik korban.
  • Motif utama pembunuhan dipicu dendam pribadi DF yang merasa sering dibully korban, diperkuat niat merampas harta hingga akhirnya menewaskan DAD.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Badung, IDN Times – Kasus penemuan jasad pria yang terkubur di area persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung akhirnya terungkap. Polisi menangkap empat pelaku pembunuhan korban berinisial DAD (25), pria asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Badung, Joseph Edward Purba mengatakan, empat pelaku yang ditangkap yakni DF (20) asal Lombok Timur, MKH (24) asal Jember, serta dua pelaku di bawah umur berinisial AFP (17) dan IPR (16) asal Jember.

Menurut Joseph, aksi pembunuhan itu dilakukan pada Kamis (7/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.40 Wita di tempat pencucian motor Mae Wash, Jalan Antasura, Banjar Cabe, Desa Darmasaba.

“DF mengajak pelaku lainnya untuk mengeksekusi korban dengan tujuan merampas uang, sepeda motor, dan handphone milik korban,” ujar Joseph, Rabu (20/5/2026).

1. Korban dianiaya menggunakan botol dan kursi besi

Polres Badung
Pelaku pembunuhan di wilayah Kecamatan Abiansemal (Dok.IDN Times/istimewa)

Polisi mengungkap, korban terlebih dahulu dianiaya secara brutal oleh para pelaku. Mereka menggunakan botol minuman dan kursi besi untuk menghantam tubuh korban.

Tak berhenti di situ, pelaku juga menggorok leher korban menggunakan pisau hingga tewas. Setelah memastikan korban meninggal dunia, para pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.

2. Motif pelaku karena sakit hati sering di-bully

Polres Badung
Ciri tato pada jasad korban pembunuhan (Dok.IDN Times/istimewa)

Berdasarkan hasil pemeriksaan, otak pelaku berinisial DF diketahui pernah bekerja bersama korban. Namun selama bekerja, DF mengaku sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari korban.

“Pelaku merasa sakit hati karena sering di-bully korban. Selain itu, pelaku juga ingin menguasai barang-barang milik korban,” kata Joseph.

Motif dendam pribadi itu kemudian berkembang menjadi rencana perampokan yang berujung pembunuhan.

3. Identitas korban terungkap dari tato di tubuhnya

Polres Badung
Evakuasi korban pembunuhan di Desa Abiansemal (Dok.IDN Times/istimewa)

Polisi sempat kesulitan mengidentifikasi jasad korban. Hingga akhirnya, petugas mempublikasikan sejumlah ciri tato yang ada di tubuh korban.

Beberapa tato tersebut berupa gambar mahkota di dada kiri, lingkaran dengan bintang segi lima di lengan kiri, serta tulisan D32N dan C2SP3R di bagian punggung kiri atas.

Sehari setelah publikasi dilakukan, keluarga korban datang ke Polsek Abiansemal dan memastikan jenazah tersebut adalah DAD.

“Identifikasi mengarah kuat setelah keluarga mengenali tato khas di tubuh korban,” ujar Joseph.

Keluarga mengaku mulai kehilangan kontak dengan korban sejak Jumat (8/5/2026), sebelum akhirnya mengetahui kabar penemuan jenazah pada Selasa (12/5/2026).

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Bali

See More