Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 19 Mei 2026, Tidak Baik Belanja

Hari Baik Menurut Hindu Bali 19 Mei 2026, Tidak Baik Belanja
ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama).
Intinya Sih
  • Kalender Bali Digital mencatat 19 Mei 2026 sebagai hari dengan sifat Asuasa dan Kala Sarang, yang dianggap tidak baik untuk belanja atau kegiatan boros.
  • Hari tersebut dinilai baik untuk membangun tempat suci, melakukan Dewa Yadnya, serta memulai usaha dan bercocok tanam sesuai ramalan Amerta Dewa dan Amerta Gati.
  • Srigati disebut sebagai waktu tepat menyimpan padi di lumbung dan menanam bibit, namun tidak disarankan untuk transaksi jual beli beras atau meminjam sesuatu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Selasa, 19 Mei 2026. Namun, hari ini tidak semua ramalan baik, ada juga yang kurang baik. Kamu bisa menjadikannya sebagai bahan refleksi bersama. 

Asuasa artinya hari yang mengandung sifat boros, tidak baik untuk belanja dan dewasa ayu. Kala sarang adalah hari yang mengandung sifat boros atau terapas, sehingga tidak baik untuk belanja. Kala sor adalah hari yang tidak baik untuk bekerja yang berhubungan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Berikut ramalan selengkapnya.

1. Baik membangun tempat suci

Ilustrasi sembahyang di pura. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sembahyang di pura. (IDN Times/Yuko Utami)

Amerta dewa artinya baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat suci atau ibadah, membuat lumbung maupun dapur. Amerta gati adalah hari baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam. 

Ayu badra adalah hari baik untuk memulai suatu usaha, bercocok tanam, dan membangun. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben dan membangun rumah. Dewa ngelayang adalah hari baik untuk membuat bangunan suci, upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. 

2. Baik membangun irigasi

Ilustrasi irigasi di Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Ilustrasi irigasi di Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Lebur awu adalah hari baik untuk membangun irigasi. Namun, tidak baik melakukan upacara wiwahaa atau pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. Kala buingrau artinya baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. 

Kaleburau merupakan hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Namun, tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa atau ngaben. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. 

3. Hari baik menyimpan padi di lumbung

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Srigati adalah hari baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung. Srigati munggah artinya baik untuk membibit atau menanam padi, membuat alat-alat berjualan, membuat pahat, dan menyimpan padi atau upacara padi di lumbung. 

Namun, hari ini tidak baik untuk meminjam sesuatu dan menjual beli beras. Titibuwuk artinya, baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian dan membuat tangga. Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Buat Merang, Pratiti: Sadayatana.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Bali

See More