Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bali United Harus Melanjutkan Drama Hujan Gol Seperti di Kanjuruhan

Bali United Harus Melanjutkan Drama Hujan Gol Seperti di Kanjuruhan
Diego Campos (putih) dihadang pemain Arema FC (biru). (Instagram.com/baliunitedfc)
Intinya Sih
5W1H
  • Bali United menang 4-3 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan dengan laga penuh drama tujuh gol pada pekan ke-24 Super League 2025/2026.
  • Dua pemain baru Bali United, Diego Campos dan Tappei Yachida, mencetak gol debut; Yachida bahkan mencatat brace yang membantu kemenangan tim tamu.
  • Laga juga diwarnai dua gol bunuh diri dari Betinho (Arema) dan Kadek Arel (Bali United), sementara strategi serangan balik cepat membuat permainan Bali United lebih efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 antara tuan rumah Arema FC dan tim tamu Bali United menghadirkan pertandingan yang sangat seru. Laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Malang Jumat lalu, 6 Mei 2026 menciptakan 7 gol. Empat dari Bali United dan tiga dari Arema FC. Pertandingan ini menghadirkan beberapa fakta-fakta menarik. Apa saja? Berikut daftarnya!

1. Dua pemain baru Bali United cetak gol debut

Teppei Yachida cetak brace saat menghadapi Arema FC.
Teppei Yachida cetak brace saat menghadapi Arema FC. (Instagram.com/baliunitedfc)

Pada putaran kedua Super League 2025/2026, Bali United menghadirkan beberapa pemain asing baru. Mereka adalah Diego Campos asal Kosta Rika yang bermain di posisi penyerang sayap. Satunya lagi adalah Tappei Yachida asal Jepang yang bermain di sektor gelandang serang. Hingga pekan ke-6, kedua pemain ini masih belum menunjukkan produktivitasnya.

Saat menghadapi Arema, baik Campos maupun Yachida akhirnya mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Mereka mampu mencetak gol debutnya saat bersama Bali United di Super League 2025/2026. Bahkan, Yachida mampu menciptakan brace (dua gol) pada laga ini, sedangkan Campos menciptakan 1 gol dan 1 assist.

Gol pertama Bali United diciptakan oleh Yachida pada menit ke-22. Berawal dari serangan balik cepat, Campos berhasil mengirimkan umpan kepada Yachida. Dengan gerakan memutar badan, Yachida kemudian melepaskan tendangan melengkung yang tidak bisa dijangkau oleh penjaga gawang Arema FC, Gianluca Claudio. Gol kedua Yachida diciptakan pada menit ke-66 setelah mendapatkan umpan dari Irfan Jaya.

Di sisi lain, Campos mencetak gol debutnya pada menit ke-28. Melalui skema serangan balik cepat, Campos mampu berlari menusuk ke area pertahanan lawan. Ia  mengecoh pemain belakang dan  kiper Arema sebelum mencetak gol debutnya tersebut.

2. Dua gol bunuh diri

Suasana pertandingan antara Bali United (putih) dan Arema FC (biru).
Suasana pertandingan antara Bali United (putih) dan Arema FC (biru). (Instagram.com/baliunitedfc)

Drama 7 gol di Stadion Kanjuruhan ini juga diisi oleh dua gol bunuh diri. Bali United dan Arema FC sama-sama berbagi gol bunuh diri pada laga ketat ini. Gol bunuh diri pertama dilakukan oleh pemain belakang Arema FC, Betinho, pada injury time (90’+4’). Pemain asal Brasil ini salah mengantisipasi bola hasil tendangan Mike Hauptmeijer. Bermaksud memberikan sundulan passing kepada kiper Arema, bola tersebut justru masuk ke gawangnya sendiri.

Hanya dalam satu menit, giliran pemain Bali United, Kadek Arel, yang mencetak gol ke gawangnya sendiri. Pemain yang kerap melakukan blunder ini kembali melakukan kesalahan pada laga sengit ini. Kadek Arel bermaksud menghalau bola tendangan pemain Arema FC, namun tendangannya justru masuk ke gawang Mike Hauptmeijer.

3. Diego Campos jadi starter, serangan Bali United lebih hidup

Diego Campos usai mencetak gol debutnya bersama Bali United.
Diego Campos usai mencetak gol debutnya bersama Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc)

Pada laga menghadapi Arema FC, pelatih Johnny Jansen memberi kepercayaan Campos bermain sejak menit pertama. Masuknya penyerang sayap dari Kosta Rika ini sebagai starter telah membawa perubahan di lini serang Bali United. Campos menjadi tandem Boris Kopitovic di depan, namun ia lebih sering bergerak melalui sisi sayap.

Serangan dan skema permainan terlihat lebih hidup dengan mobilitas Campos yang cukup tinggi. Kecepatan dan skill individu Campos cukup merepotkan pemain bertahan Arema FC. Tak hanya menyerang, Campos juga terlihat sering turun membantu area pertahanannya. Tercatat lebih dari lima kali penyelamatan yang ia lakukan di lini belakang.

Dengan hadirnya duet Campos dan Boris, Bali United lebih sering memanfaatkan momen serangan balik cepat untuk membuka peluang mencetak gol. Pemain Bali United juga berhasil memancing pemain Arema FC untuk bermain lebih terbuka dan menggunakan pertahanan yang lebih tinggi. Hal ini membuat pemain Bali United sering memanfaatkan serangan balik cepat. Terbukti tiga gol Serdadu Tridatu berawal dari serangan balik cepat.

Joao Ferrari kembali hadir di lini belakang Bali United. Johnny Jansen menggunakan tiga bek tengah, Ferrari, Kadek Arel, dan Ricky Fajrin. Thijmen Goppel mendapatkan tugas untuk backup lini belakang, dan sering membantu serangan dari sektor sayap. Hal ini cukup efektif untuk memperkuat lini belakang meredam ketangguhan Dalberto dan kawan-kawan.

Kemenangan Bali United ini tentunya bisa meningkatkan kepercayaan diri Serdadu Tridatu pada laga tandang berikutnya menghadapi tuan rumah Persis Solo, Kamis (12/3/2026). Johnny Jansen sebaiknya mencoba kembali susunan pemain dan skema seperti saat menghadapi Arema FC, karena terbukti efektif melakukan serangan maupun saat bertahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More