Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Bali Tersentuh oleh Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Warga Bali Tersentuh oleh Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan (Dok.IDN Times/istimewa)

Denpasar, IDN Times - Suasana bioskop di Kota Denpasar mendadak hening saat film berjudul Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan karya sutradara Kuntz Agus diputar. Film yang mengangkat tema caregiving dan memori keluarga tersebut berhasil membuat sejumlah penonton merindukan seorang ibu. FIlm ini tayang sejak 13 Mei 2026.

Berkisah tentang perjuangan seorang mahasiswi film, Kesha, yang harus menghadapi kenyataan pahit saat ibunya, Yuke, mulai kehilangan ingatan akibat Alzheimer. Film ini mengajak penonton untuk menghargai setiap detik kebersamaan bersama orang tercinta sehingga cocok sebagai tontonan keluarga.

Sosok ibu tak tergantikan, jadi pengingat dalam keluarga kecil

Bioskop
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan (Dok.IDN Times/istimewa)

Dewa, warga Kota Denpasar Barat yang duduk di deretan kursi G, beberapa kali tampak melepas kacamata dan mengusap matanya. Laki-laki 34 tahun tersebut mengaku rindu ibunya setelah melihat Lulu Tobing yang memerankan Yuke. Terutama dalam adegan suami Yuke yang bernama Aldo (diperankan oleh Ibnu Jamil) mengatakan sosok istri menjadi alarm pengingat yang penting dalam keluarganya.

"Emosional saja sih, soalnya peran ibunya ngena banget. Kan jadinya rindu meme (ibu)," ungkapnya.

Ia tidak menyangka niat hati hanya ingin mencari hiburan malah mengingat kembali memori bersama ibunya. Padahal sebelum berangkat, Dewa mengaku sengaja meninggalkan istri dan anaknya di rumah mertua agar bisa pergi nongkrong bersama teman-temannya.

Karakter Kesha sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari

Bioskop
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan (Dok.IDN Times/istimewa)

Tidak hanya Dewa, penonton lainnya yang bernama Ajeng asal Kuta Selatan mengaku kesentil dengan film tersebut. Terutama peran mahasiswi yang merupakan anak Yuke. Karakter Kesha yang diperankan Yasmin Napper itu, merasa tidak jauh berbeda dengan dirinya. Sejak film diputar, ia merasa disentil karena sisi emosional Kesha mewakili emosi Ajeng. Ia kerap marah kepada orangtuanya karena merasa tidak dihargai di dalam lingkungan keluarga. Ajeng mengaku beruntung masih bisa memperbaiki hubungan dengan ibunya yang sempat tegang beberapa tahun terakhir.

"Kesentil aja sih. Apalagi pas nggebrak meja. Karena pernah begitu. Ya waktu itu merasa akunya diposisi yang tidak salah. Pengen dingertiin aja, diperhatikan begitu. Ternyata bisa kok kita ngomonginnya baik-baik. Sadar diri aja sekarang," ungkapnya.

Pengingat perempuan agar memilih pasangan yang tepat

ilustrasi kekasih (pexels.com/Tirachard Kumtanom)
ilustrasi kekasih (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Menariknya, penonton perempuan bernama Surya mengatakan film ini secara tidak langsung mengingatkan oara perempuan agar memilih secepat mungkin pasangan hidup. Hal ini karena support atau dukungan dari seorang suami saat istrinya sakit sangat berarti.

Dalam film tersebut, sosok Aldo mendukung Yuke dalam menghadapi penyakitnya, Alzheimer. Aldo membuatkan video agar bisa menjadi pengingat untuk Yuke dan tidak pernah meninggalkan istrinya tersebut.

"Walaupun sempat marah dengan keadaan, tapi support juga sih Aldo-nya. Ada gak ya di dunia nyata seperti itu?" ungkapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Jadwal Feri Padang Bai ke Lembar 17-26 Mei 2026

17 Mei 2026, 21:46 WIBNews