Pemkab Tabanan Tata Jalan Gajah Mada, Pedagang Pasar Senggol Direlokasi

- Pemkab Tabanan menata Jalan Gajah Mada dan merevitalisasi Terminal Pesiapan dengan target selesai Desember 2026, melibatkan relokasi pedagang Pasar Senggol secara bertahap mulai Juni 2026.
- Total anggaran proyek mencapai Rp60 miliar, masing-masing Rp30 miliar untuk penataan jalan dan Rp30 miliar untuk revitalisasi Terminal Pesiapan, dengan pengerjaan dimulai setelah tender rampung.
- Pedagang mendukung relokasi namun berharap pemerintah melakukan promosi agar pengunjung tetap ramai di lokasi baru serta memastikan penataan lapak sementara berjalan tertib.
Tabanan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan akan menata Jalan Gajah Mada dan merevitalisasi Terminal Pesiapan. Proyek itu ditarget rampung akhir Desember 2026. Untuk kelancaran proyek ini, ratusan pedagang Pasar Senggol yang biasanya membuka lapak di Jalan Gajah Mada, Tabanan, sepakat direlokasi sementara ke areal selatan Gedung Kesenian I Ketut Maria.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana mengatakan, relokasi akan dimulai pada Juni 2026. "Pedagang menyatakan persertujuannya untuk direlokasi secara bertahap," ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Kesepakatan itu, kata dia, disampaikan saat acara sosialisasi yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, Kamis (14/5/2026). Sosialisasi dihadiri pedagang, pengelola Pasar Senggol, serta krama desa adat setempat.
1. Skema relokasi pedagang pasar senggol

Partana menjelaskan, skema relokasi pedagang pasar senggol ada dua tahap. Tahap pertama selama proses penataan berlangsung, pedagang akan menempati lokasi sementara di sekitar Gedung Kesenian I Ketut Maria. Selanjutnya tahap kedua, setelah revitalisasi rampung, seluruh pedagang akan dipindahkan permanen ke Terminal Pesiapan, Desa Dauh Peken.
“Relokasi sementara dimulai Juni 2026 di areal Gedung Maria. Sedangkan pemindahan ke Terminal Pesiapan direncanakan akhir Desember 2026,” jelas Partana.
2. Total anggaran penataan mencapai Rp60 miliar

Penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan akan dikerjakan bersamaan dengan total anggaran mencapai Rp60 miliar. Rincian Rp30 miliar dialokasikan untuk penataan jalan berupa pavingisasi, trotoar, hingga penataan kawasan Catur Muka. Sementara Rp30 miliar sisanya akan digunakan untuk proyek revitalisasi Terminal Pesiapan.
Partana mengatakan, target pengerjaan diperkiraan dimulai awal Juni 2026 setelah proses tender rampung. Sementara proyek ditarget selesai akhir tahun 2026.
3. Direlokasi ke tempat baru, pedagang berharap ada promosi

Salah seorang pedagang Pasar Senggol, Humaidi mendukung penuh rencana pemerintah daerah dalam menata kawasan kota agar lebih rapi dan bersih. Menurutnya, relokasi ke Terminal Pesiapan nantinya juga tidak menjadi persoalan karena masih berada di pusat kota.
Meski demikian, dia berharap pemerintah turut mengantisipasi potensi penurunan pengunjung di lokasi baru. Menurutnya, perlu ada upaya promosi atau kegiatan untuk menarik masyarakat datang ke Pasar Senggol di Terminal Pesiapan.
Untuk relokasi sementara ke areal Gedung Kesenian I Ketut Mario, Humaidi menilai tidak ada kendala berarti karena jaraknya relatif dekat. Dia hanya berharap penataan lapak pedagang dapat diatur dengan baik, mengingat di lokasi tersebut sudah ada pedagang yang lebih dulu berjualan


















