Hutan Sambangan Rusak Parah, Gerakan Tanam Pohon Dilakukan

- Gerakan Kawal Hutan Desa Sambangan bersama IDEP Selaras Alam menanam 400 bibit beringin di Munduk Muara untuk memulihkan hutan seluas sekitar 118 hektare yang rusak parah.
- Kerusakan hutan Sambangan menyebabkan berkurangnya tutupan vegetasi akibat penebangan dan racun, sementara warga mengalihfungsikan lahan menjadi perkebunan cengkeh serta durian melalui program perhutanan sosial.
- IDEP menekankan pentingnya pohon beringin karena mampu menyimpan air dan mencegah banjir, sekaligus mengingatkan risiko bencana meningkat jika kerusakan hutan terus dibiarkan.
Buleleng, IDN Times - Gerakan Kawal Hutan Desa Sambangan, Kecamatan Sukadasa, Kabupaten Buleleng, berkolaborasi dengan IDEP Selaras Alam, menanam sebanyak 400 bibit pohon beringin. Penamaman ratusan bibit pohon dilakukan di sekitar Munduk Muara yang saat ini mengalami kerusakan.
"Untuk memulihkan ekosistem hutan yang saat ini tengah mengalami kerusakan signifikan. Kondisi hutan yang hancur di wilayah mereka mencapai luas sekitar 118 hektare," ungkap Koordinator Gerakan Kawal Hutan, Dewa Made Gunawan, Senin (18/5/2026).
1. Kerapatan tutupan Hutan Sambangan semakin berkurang

Menurut Dewa Made Gunawan, kondisi hutan rusak mengakibatkan berkurangnya kerapatan tutupan hutan. karena penebangan atau perusakan pohon dengan racun. Ini mulai terjadi sejak skema perhutanan sosial mulai diberlakukan di wilayah hutan yang kini berstatus hutan desa.
"Warga dengan program Satu Juta Pohon untuk Sambangan, yang diberi izin mengelola lahan di hutan mulai menanaminya dengan tanaman komoditas perkebunan seperti cengkeh dan durian," ungkapnya.
2. Kerusakan terekam citra satelit

Lebih lanjut, Dewa mengatakan belum mengetahuii secara pasti luas kerusakan. Namun dari citra satelit terlihat tutupan hutan terus berkurang.
"Kami punya goal ada 1 juta pohon untuk desa kami karena luas hutan kami yang saat ini hancur itu kurang lebih sekitar 118 hektare," tegas Dewa.

Hingga penanaman ke-6 yang dilaksanakan, gerakan tersebut berhasil menanam sekitar 2.060 pohon, terdiri beringin dan pohon endemik hutan lainnya. "Setelah ini, kami akan meeting lagi untuk pembentukan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) sehingga continue kegiatan kita," jelasnya.
3. IDEP ungkap risiko banjir jika hutan rusak

Direktur Eksekutif IDEP Selaras Alam, Edward Angimoy mengatakan, pemilihan pohon beringin karena fungsinya untuk menahan dan menyimpan air. Penanaman bibit pohon beringin diharapkan mampu mengembalikan fungsi hutan untuk menahan dan menyerap air demi mengurangi risiko banjir yang pernah terjadi.
"Masyarakat banyak mengalami gempuran berbagai krisis. Apalagi bencana seperti banjir dan tanah longsor yang juga makin sering. Yang paling menyedihkan, mereka yang jadi korban adalah yang paling memikul beban berat, padahal kontribusinya paling kecil (atau nihil) terhadap kerusakan," jelasnya.













![[QUIZ] Lagu Bali Nostalgia Favorit, Kami Tebak Kenanganmu di Pulau Dewata](https://image.idntimes.com/post/20220928/fotojet-50-7e800c7366892494d9f75116c06c1cd3.jpg)



![[QUIZ] Pilih Hujan atau Cerah di Bali, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250523/1000668565-ffb2ce9d3ef7055a470828de35428242.jpg)