Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 20 Mei 2026, Baik Membuat Peraturan

Hari Baik Menurut Hindu Bali 20 Mei 2026, Baik Membuat Peraturan
Ilustrasi Hukum (IDN Times/Fadillah)
Intinya Sih
  • Hari baik Hindu Bali 20 Mei 2026 disebut Gni Rawana Rangkep, cocok untuk pekerjaan yang menggunakan api dan membuat peraturan desa adat.
  • Beberapa dewasa ayu seperti Kala Katemu baik untuk menangkap ikan dan memelihara ternak, namun hari tertentu tidak disarankan untuk berbelanja atau menikah.
  • Pepedan menjadi hari baik membuka lahan pertanian baru serta membangun irigasi, tetapi kurang tepat untuk membuat peralatan dari besi atau melangsungkan upacara pernikahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya), semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali yang akan menemani harimu pada Selasa, 19 Mei 2026.

Mengawali pagi ini ada dauh ayu yang baik untuk membuat awig-awig atau peraturan setingkat desa adat, peraturan-peraturan atau undang-undang. Hari ini juga baik untuk membangun.

Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam.

Berikut ramalan hari baik selengkapnya.

1. Hari baik untuk bekerja dengan api

Ilustrasi memasak pempek kapal selam khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Ilustrasi memasak pempek kapal selam khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Gni rawana rangkep adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api, namun tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Cintamanik artinya baik untuk melakukan upacara potong rambut. Kala buingrau merupakan hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah.

2. Hari baik untuk menangkap ikan

nelayan bali.jpeg
Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala katemu artinya hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan. Panca prawani merupakan hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu.

Kala sarang adalah hari yang mengandung sifat boros atau terapas, sehingga tidak baik untuk berbelanja. Kala upa artinya baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak atau wewalungan

3. Hari baik untuk membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. 

Lebur awu artinya tidak baik melakukan upacara wiwaha atau pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi. Pararasan: Laku Air, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Langgeng Kayowanan, Pratiti: Nama rupa.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Bali

See More