Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prioritas Tangani Sampah Denpasar-Badung, Pemprov Ingin Geser Anggaran

Prioritas Tangani Sampah Denpasar-Badung, Pemprov Ingin Geser Anggaran
Spanduk aksi di truk pengangkut sampah. (IDN Times/Yuko Utami)

Denpasar, IDN Times - Masalah sampah di Bali, khususnya Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, kerap menjadi perhatian luas. Dua wilayah ini adalah penghasil sampah terbesar di Bali.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta pun melirik opsi menggeser anggaran untuk memprioritaskan penangan sampah pada dua wilayah tersebut. Berdasarkan Sistem Informasi Kinerja Pengelolaan Sampah (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup RI, timbulan sampah per hari di Denpasar mencapai 1.033 ton, sedangkan Badung 876 ton.

“Ini adalah inti dan urgensi, prioritas harus diselesaikan, dan bisa nanti akan ada pergeseran anggaran dan ini akan diutamakan,” ujar Giri pada Senin (18/5/2026) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali.

1. Opsi geser anggaran prioritas ke penanganan sampah

Ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Giri menyatakan pilihan menggeser anggaran prioritas ke sampah akan digunakan untuk menangani sampah dari hulu ke hilir. Misalnya, anggaran untuk fasilitas di masing-masing Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan fasilitas penunjang lainnya. 

Ia juga menekankan agar masyarakat menaati regulasi yang berlaku. Mengelola sampah sejak rumah tangga bagi Giri adalah langkah awal pendidikan pengelolaan sampah. “Melalui pendidikan pemilahan itu akan menjadi kebiasaan setelah menjadi kebiasaan, kami merasa bahwa ke depan, kami akan mampu melihat sampah itu adalah berkah,” kata dia.

2. Pemprov Bali mengandalkan PSEL meskipun ada penolakan masyarakat

IMG_5356.jpeg
Mahasiswa Unud demo di Gedung DPRD Bali terkait masalah penanganan sampah. (IDN Times/Yuko Utami)

Hingga saat ini Pemprov Bali masih mengandalkan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Rencana proyek ini mendapat penolakan dari masyarakat di Banjar Pesanggaran, Kecamatan Denpasar Selatan yang dekat dengan lahan 6 hektare yang direncanakan menjadi lokasi PSEL tersebut.

Meskipun ada penolakan dari masyarakat, Giri berkomentar bahwa semua pihak harus mendukung proyek PSEL. “Saya pikir ini sudah selesai urusan kerja sama dan itu sudah diputuskan dan semoga nanti semua pihak harus mendukung. Tidak ada alasan lagi untuk tidak mendukung karena PSEL ini sekali lagi ini sama sekali tidak menimbun sampah,” papar Giri.

Ia mengklaim, sampah yang masuk ke PSEL pada pagi hari akan tuntas di sore hari. Menurutnya masyarakat harus bersabar menanti pembangunan dan dapat memanfaatkan proyek PSEL ini. “Kalau sekarang ini Danantara dan program deal dari pemerintah pusat. Semoga nanti di Bali berhasil, Bantar Gebang pun bisa berhasil nanti,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, truk sampah yang melewati rute tersebut tidak akan mengganggu masyarakat dan menggunakan sistem keamanan serta tertutup.

3. Giri mengklaim Bali paling siap menjalani proyek PSEL

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta. (IDN Times/Yuko Utami)

Mantan Bupati Badung selama dua periode ini juga mengatakan, Pemprov Bali, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung telah bersinergi dengan maksimal dalam penanganan sampah.

“Bahkan kabupaten lain pun sudah diajak berkomunikasi tentang hal ini dan kami harus melakukan hal ini secara holistik yang ada di Pulau Bali,” tegasnya.

Koordinasi dengan pemerintah pusat juga telah terlaksana. Menurut Giri, Bali menjadi pulau pertama yang siap menjalani proyek PSEL. “Semoga nanti ke depan dengan PSEL ini selesai, Bali ini bisa dijadikan satu role model (percontohan) di tingkat nasional,” ujar Giri. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Bali

See More

Prioritas Tangani Sampah Denpasar-Badung, Pemprov Ingin Geser Anggaran

19 Mei 2026, 11:28 WIBNews