Sapi Berbobot 474 Kg di Tabanan Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden RI

- Sapi jantan jenis Bali berbobot 474 kg milik I Wayan Doni Ardita terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto dan akan disumbangkan ke Masjid Nurul Falah, Tabanan.
- Proses seleksi dilakukan ketat oleh Dinas Pertanian Bali dan Tabanan, mencakup pemeriksaan kesehatan, bobot, serta kualitas daging sebelum sapi dinyatakan layak sebagai hewan kurban presiden.
- Doni merawat sapinya dengan pakan berkualitas dan vitamin rutin, serta berkomitmen meningkatkan kualitas ternaknya agar bobot sapi kurban bisa mencapai 600 kilogram di masa mendatang.
Tabanan, IDN Times - Setiap hari raya Idul Adha, Presiden RI Prabowo Subianto memilih sapi terpilih untuk menjadi hewan kurban. Tahun ini, peternak yang beruntung ternak sapinya terpilih adalah I Wayan Doni Ardita (36), asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Adapun sapi yang dibeli Presiden Prabowo adalah sapi jantan jenis Bali dengan bobot 474 kilogram (kg). Rencananya, sapi itu akan disumbangkan ke Masjid Nurul Falah, Jalan Pulau Batam, kawasan Terminal Pesiapan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, untuk dibagikan kepada umat sebagai kurban.
1. Pengecekan ternak sapi dilakukan sejak bulan lalu

Doni mengatakan, sebelum ternak sapinya terpilih, ada tim yang datang melakukan survei dan pengecekan. Ternak sapinya menjalani proses seleksi ketat dari Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Tabanan.
“Pengecekan sudah dilakukan sekitar sebulan lalu. Mulai dari kesehatan, bobot, hingga kualitas daging diperiksa langsung di kandang, termasuk apa ada cacat atau tidak,"ujarnya.
Ia melanjutkan, sapi yang dipilih tidak hanya harus berbobot besar, tetapi juga memiliki kualitas daging yang baik. “Seleksinya tidak hanya melihat ukuran," kata Doni.
2. Sapi dirawat secara khusus

Menurut Doni, ternak sapinya terpilih untuk ke dua kalinya sebagai hewan kurban Presiden Prabowo. Pada Idul Adha 2025 lalu, dua ekor sapinya dengan bobot masing-masing 485 kg dan 515 kg juga diborong dengan total harga Rp85 juta. Tahun ini satu ekor sapi terpilih dengan berat 474 kg dengan harga Rp60 juta
Agar ternak sapinya masuk dalam kualifikasi, menurut Doni ia merawat ternak sapinya secara khusus. "Perawatannya khusus mulai dari pemberian pakan berkualitas hingga suntikan vitamin rutin setiap bulan. Untuk sapi jantan kurban, pakan konsentrat juga diberikan agar pertumbuhannya optimal," katanya.
Setelah terpilih, sapi tersebut juga mendapatkan perawatan ekstra. "Kami harus menjaga eksta agar tidak kenapa-kenapa sampai hari H. Karena kalau ada hal yang tidak dinginkan, kami sendiri disuruh ganti. Soalnya susah cari sapi dengan bobot besar," tegasnya.
3. Peternak berkomitmen untuk meningkatkan kualitas ternaknya

Selain menjual sapi kurban, Doni juga melayani permintaan bibit sapi yang dipasarkan hingga ke luar Bali, seperti Kalimantan dan Jawa. Harga bibit sapi betina usia 1 hingga 1,5 tahun berkisar Rp10 juta - Rp13 juta/ekor.
Dari segi pemeliharaan, ungkap Doni, ternak sapi tidak selalu sulit. Secara umum sesuai dengan yang ditetapkan perawatan sapi imbangi dengan makanan hijau dan makanan konsentrat serta memberikan vitamin rutin. "Sehari kami memberikan makan hijau dua kali, kemudian diselengi konsentrat dan tambahan air minum. Terpenting lagi, tingkatkan biosecurity," paparnya.
Ke depan, Doni berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya, termasuk menargetkan bobot sapi kurban bisa mencapai 600 kilogram/ekor, seiring meningkatnya permintaan pasar, khususnya saat momentum Idul Adha.
"Kami memang target penjualan sapi itu pada moment Idul Adha untuk kurban, karena dari segi keuntungan lebih baik," katanya.



















