2 Dekade GOR Lila Bhuana Rusak Parah, Rencana Renovasi Total 2027

- GOR Lila Bhuana di Denpasar mengalami kerusakan parah selama lebih dari dua dekade, dengan fasilitas seperti panjat tebing, lapangan basket, dan gedung utama dalam kondisi memprihatinkan.
- Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengusulkan renovasi total GOR Lila Bhuana dan telah melaporkannya ke Gubernur serta Dinas PUPR, namun kepastian anggaran APBD masih belum jelas.
- Renovasi direncanakan berlangsung pada 2027 dengan konsep perbaikan menyeluruh, termasuk tribun keliling, area kuliner di sekitar lintasan lari, serta peningkatan fasilitas olahraga lainnya.
Denpasar, IDN Times - Kondisi Gelanggang Olahraga (GOR) Lila Bhuana terlihat memprihatinkan. Berdasarkan pemantauan IDN Times pada Rabu, 20 Mei 2026 ada sejumlah fasilitas olahraga yang rusak parah. Memasuki area GOR, area panjat tebing memprihatinkan, hampir seluruh lapisannya telah mengelupas dan ditumbuhi tumbuhan liar. Besi penyangga konstruksi panjat tebing terlihat sangat rapuh dan keropos.
Masuk ke area lapangan basket, cat lapangannya telah memudar dengan ring basket yang semakin usang. Tepat di samping lapangan basket, terdapat gedung tua yang diresmikan tanggal 10 September 1992 oleh Gubernur Bali Ida Bagus Oka. Jamur memenuhi area langit-langit gedung itu dengan toilet yang sangat kotor. Bagaimana kondisi fasilitas lainnya dalam GOR yang beralamat di Jalan Melati, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar ini? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. GOR Lila Bhuana dua dekade lebih rusak parah

Gubernur Bali ketujuh, Ida Bagus Oka menjabat sejak tahun 1988 hingga 1998. Selama 28 tahun sejak berakhir masa jabatannya, GOR Lila Bhuana dalam kondisi rusak dan memprihatinkan. Keluhan dari pengunjung maupun pengguna GOR ini masih terlihat di Google Maps. Mulai dari kondisi gedung yang rusak hingga marak pencurian helm.
Kondisi toilet juga termasuk dalam keluhan pengguna GOR, kebersihannya tidak terjaga. Meskipun beroperasi dalam kondisi tidak layak, GOR ini masih digunakan untuk aktivitas olahraga. Hanya satu fasilitas yang minim keluhan dari GOR ini, yaitu lapangan sepak bolanya.
2. Kemampuan APBD Bali belum pasti

Bagi anak sekolah di sekitar GOR Lila Bhuana maupun GOR Ngurah Rai, GOR ini telah menyimpan memori tersendiri. Sebab, aktivitas mata pelajaran olahraga kerap dilaksanakan di GOR tersebut. Mulai dari mengambil nilai lari hingga yoga massal. Bertahun-tahun hingga siswa sekolah menengah pertama (SMP) beranjak dewasa, tidak ada renovasi dari fasilitas GOR yang semakin termakan usia.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, kini juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali 2026-2030. Wacana renovasi GOR Lila Bhuana pun mengemuka, Giri berkata telah melaporkan ke Gubernur Bali Wayan Koster dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR) Bali untuk melaksanakan kawasan perencanaan perbaikan GOR ini.
Meskipun demikian, Giri tidak mampu memberikan kepastian kondisi anggaran daerah untuk mewujudkan rencana renovasi ini. Teknis anggarannya pun masih ditentukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali. “Kami pastinya berharap nanti bisa dilakukan renovasi di tahun 2027 dan mudah-mudahan nanti kemampuan APBD kita sampai di situ,” kata Giri Senin (18/5/2026).
3. Rencana ambisius perbaikan total GOR Lila Bhuana

Rencana perbaikan GOR seluas 7,366.25 meter persegi ini terbilang ambisius. Giri mengungkapkan perbaikan akan berlangsung secara menyeluruh. “Keseluruhan, yang pertama kita perbaiki itu adalah di dalamnya sebenarnya ada lapangan sepak bola yang bagus sekali. Itu tetap, akan ditutup pakai jaring,” imbuh Giri.
Sementara itu sisi luar lintasan lari, Giri mengungkapkan akan ada gerai untuk pedagang baju maupun makanan. “Olahraganya itu masyarakat setiap hari bisa menikmati kuliner di situ. Di atas itu baru tribun keliling. Termasuk kebutuhan sarana olahraga basket dan lainnya,” kata dia.



















