Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

20 KK di Pasekbali Klungkung Diserang Lalat Hingga Bertelur di Makanan

20 KK di Pasekbali Klungkung Diserang Lalat Hingga Bertelur di Makanan
IDN Times/Wayan Antara

Klungkung, IDN Times - Aktivitas sekitar 20 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Timrah, Desa Paksebali, Klungkung menjadi terganggu karena diserang segerombolan lalat, Rabu (27/3). Hal ini terjadi pasca pembuatan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kung di Dusun Timbrah oleh Pemerintah Desa Paksebali.

TPS terpaksa dibuat karena sampah di Desa Paksebali tidak dapat dikelola sepenuhnya oleh TOSS (Tempat Olah Sampah Semeentara) maupun TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah-Reduce Reuse Recycle).

1. Lalat sampai bertelur di makanan warga

Sampah pemicu populasi lalat IDN Times/Wayan Antara
Sampah pemicu populasi lalat IDN Times/Wayan Antara

Serangan lalat ini di kawasan Dusun Timrah ini terjadi dalam lima hari terakhir. Ada 20 KK yang pemukimannya berada di sekitar 50 meter dari TPS. Mereka jadi terganggu ktivitasnya karena serangan lalat itu.

"Lalat sampai mengerumuni makanan. Lauk pauk kerap saya lihat ada telur bahkan larva lalat. Saya buang makannya," keluh Sudiarti.

Hal ini juga dikeluhkan oleh Nyoman Tiwi. Lalat juga mengerumuni warungnya. Padahal warungnya berjajak lebih dari 200 meter dari TPS.

2. Saking banyaknya, mesin pencacah tidak mampu mengolah sampah

IDN Times/Wayan Antara
IDN Times/Wayan Antara

Pemerintah Desa Paksebali sebenarnya sudah memiliki dua cara untuk mengelola sampah. Yaitu dengan metode TOSS (Tempat Olah Sampah Sementara) maupun TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah-Reduce Reuse Recycle). Hanya saja dua metode itu tidak bisa diterapkan karena saking banyaknya sampah yang melebihi kapasitas mesin pencacah sampah di Desa Pasekbali. Sehingga mesin tersebut tidak mampu mengolahnya.

"Sampah yang tidak bisa kami olah di sini sebelumnya kami buang di TPA wilayah Gianyar. Tapi ternyata awal Maret, TPA itu sudah tidak menerima kiriman sampah lagi. Jadi terpaksa kami harus buat TPS untuk sampah yang belum bisa diolah itu," jelas Perbekel Desa Paksebali, I Putu Ariadi.

3. Untuk mengatasinya, Bumdes Pasekbali memberikan cairan pembasmi lalat

pixabay.com/Waldi46
pixabay.com/Waldi46

Sampah itu kian menumpuk di TPS. Ditambah pihak desa tidak mampu mengolah dan memilah sampah itu. Seiring berjalannya waktu, sampah tersebut semakin menumpuk dan mengundang lalat.

"BumDes (Badan Usaha Milik Desa) Paksebali memberikan bantuan berupa alat penyemprot dan cairan pembasmi lalat kepada setiap pekarangan yang terkena dampak serangan lalat ini," ujar Ariadi.

Pihaknya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung bisa memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Tidak hanya Desa Paksebali saja, tetapi juga desa-desa lain di wilayah Klungkung.

Share
Topics
Editorial Team
Wayan Antara
EditorWayan Antara
Follow Us

Latest News Bali

See More

TPA Suwung Dipantau Pusat, Truk Sampah Turun 50 Persen

07 Apr 2026, 19:33 WIBNews