10 Potret Kegiatan Bung Karno saat Menjadi Presiden Pertama RI

Penulis: Community Writer, Ari Budiadnyana
Ir Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia (RI). Ia dikenal memiliki karisma yang luar biasa di mata masyarakatnya. Bung Karno, begitu sering disapa, dielu-elukan di masa awal pemerintahan dan tidak sedikit masyarakat yang mendekat untuk sekadar bersalaman atau melihatnya dari dekat.
Sukarno adalah seorang tokoh berdarah Bali yang lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat tanggal 21 Juni 1970. Ia anak kedua dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, Ibunya yang tinggal di wilayah Kabupaten Buleleng. Sukarno mengidap banyak penyakit semasa kecil seperti tifus, malaria, hingga disenteri.
Suatu ketik, Soekarno pernah sakit dalam waktu yang lama. Dia terkapar lama di atas kasur dan merasa hidupnya akan segera berakhir. Karena atas dasar itu, sang orangtua ingin mengganti namanya.
Hal ini tertulis dalam buku berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat, karya Cindy Adams. Buku itu menyebutkan bagaimana orang Jawa memercayai, bahwa anak yang sering sakit-sakitan karena namanya yang tidak cocok.
“Nama kelahiranku adalah Kusno. Aku hidup sebagai anak yang penyakitan. Bapak menerangkan kalau namanya tidak cocok. ‘Kita harus memberinya nama lain supaya tidak sakit-sakit lagi,” kata Soekarno menirukan ayahnya, sebagaimana ditulis Cindy.
Itulah sekilas cerita tentang Bung Karno. Berikut potret kegiatan Bung Karno selama menjadi Presiden pertama RI.
1. Bung Karno dan rombongan sedang berdoa di depan makam Ratu Kalinyamat di Mantingan, Jepara, Jawa Tengah, pada 13 September 1952

2. Kunjungan Bung Karno ke Pabrik Korek Api BDB di Semarang pada 29 Januari 1960

3. Potret kunjungannya ke Pabrik Sepatu Bata yang terletak di Kalibata, Jakarta Selatan pada 23 Desember 1952

4. Foto kunjungan Presiden Soekarno ke Banjarmasin. Tampak ia berpidato di depan masyarakat Banjarmasin pada 10 Desember 1955

5. Foto Presiden Soekarno menerima pemberian kuda selama mengunjungi Sumbawa pada 30 Oktober 1950

6. Kunjungan Presiden Soekarno bersama Ibu Fatmawati ke Asrama Invaliden. Asrama ini untuk para pejuang dan keluarganya yang mengalami cacat selama perang Yogyakarta, tanggal 23 Oktober 1949

7. Kunjungan Presiden Soekarno dan Fatmawati Soekarno bersama Ketua Sidang Umum PBB, Vijaya Laksmi Pandit, di rumah pelukis asal Belgia, Andrien Le Mayour di Sanur, Kota Denpasar pada 23 Agustus 1954

8. Presiden Soekarno mendapat hadiah sebilah keris dari Raja Gowa ketika berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Juli 1950

9. Kunjungan kerja Presiden Soekarno di Palembang ketika mengunjungi proyek pelabuhan minyak, pada 3 November 1960

10. Presiden Soekarno dan Haji Agus Salim bersama masyarakat di Pulau Bangka pada 1 Maret 1949

Presiden Soekarno sebagai Bapak Proklamator akan selalu dikenang jasa-jasanya untuk bangsa ini. Banyak nilai-nilai positif yang bisa menjadi tauladan generasi sekarang, satu di antaranya kecintaannya terhadap Bangsa Indonesia.



















