Makna 5 Tari Sakral di Sagara Kethi saat World Water Forum

Denpasar, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mementaskan 5 tarian sakral dalam menyambut World Water Forum (WWF) ke-10 pada 18-24 Mei 2024. Tarian tersebut dilakukan dalam Upacara Segara Kerthi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Sabtu (18/5/2024) lalu, dan disaksikan sekitar 2.200 tamu.
Sebelum pementasan tarian sakral tersebut, para tamu disuguhi Tari Topeng Penasar. Tarian ini menggambarkan tokoh dua punakawan atau kakak beradik sebagai abdi kerajaan. Mereka malayani tokoh raja dan bertugas untuk menjelaskan jalan cerita agar mudah dicerna penonton. Nah, apa saja makna tarian sakral tersebut?
1.Tari Sanghyang Jaran

Tarian ini menggambarkan gerak-gerik seekor kuda. Tari Sanghyang Jaran merupakan tari sakral yang biasanya dipentaskan dalam upacara tolak bala dan penyucian alam semesta.
Dalam penampilannya Sanghyang Jaran menari berjingkrak-jingkrak sambil sesekali menginjak-injak, menendang kobaran dan bara api. Dalam adegan ini penari dalam kondisi dimasuki roh binatang kuda.
2.Tari Sanghyang Dedari

Tarian ini ditarikan oleh beberapa gadis kecil. Gerak-geriknya lemah lembut gemulai seperti bidadari kayangan. Sebelumnya semua penari didudus dengan asap dupa serta lantunan koor tentang bidadari kayangan. Tujuannya untuk mengundang bidadari turun ke Bumi dan memasuki tubuh penari.
Turunnya bidadari diyakini akan membawa berkah bagi kehidupan di Bumi. Dalam penampilannya, Sanghyang Dedari menari dalam keadaan tak sadarkan diri.
3.Tari Baris Cerekuak

Koreografi tarian ini menirukan gerak-gerik Burung Bangau atau Cerekuak ketika mencari makan di air. Dengan tarian ini masyarakat berharap diberikan air yang melimpah. Tarian ini ditarikan dalam keadaan sadar. Kesatuan gerakannya yang kompak menjadikan tarian ini indah dan magis.
4.Tari Rejang Putri Maya

Tarian menggambarkan putri penyelamat pantai yang memiliki kekuatan mistis untuk berkomunikasi dengan makhluk laut. Ketika pantai dan laut terancam, maka Putri Maya menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan makhluk laut.
Rejang Putri Maya yang ditampilkan saat WWF tersebut sebagai lambang wejangan untuk semua umat manusia agar selalu merawat dan melindungi laut.
5.Tari Topeng Sidakarya

Tari ini dipersembahkan sebagai bagian dari upacara. Sidakarya sendiri memiliki arti pekerjaan selesai dengan baik. Sehingga Tari Topeng Sidakarya selalu dipentaskan pada akhir upacara.
Tari Topeng Sidakarya diperankan oleh seorang penari yang telah disucikan secara spiritual, dan memiliki pengetahuan tentang hakikat upacara. Dalam penyajiannya tarian ini bertutur untuk menjelaskan makna upacara yang sedang dilakukan.



















