Mengenal Apa Itu Otonan, Ulang Tahun ala Hindu di Bali

1. Apa itu otonan?

Otonan adalah upacara dalam agama Hindu di Bali sebagai bagian dari perayaan ulang tahun seseorang menurut kalender Bali. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas kehidupan, dan untuk mendapatkan berkah dari Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.
Berlangsungnya proses otonan kepada seseorang adalah sarana untuk mengevaluasi diri secara spiritual maupun sosial.
2. Siapa saja yang dapat melangsungkan otonan?

Adapun dalam upacara otonan, orang yang merayakan kerap disebut sebagai pamilu atau seseorang yang berulang tahun. Mereka akan berdoa dan memberikan sesajen kepada Tuhan, dewa, maupun leluhur. Otonan dilaksanakan setiap 6 bulan sekali berdasarkan penghitungan kalender Bali, terdiri dari 210 hari dalam satu siklus.
Cara mudah untuk mengetahui tanggal lahir kita berdasarkan kalender Bali di masa kini adalah dengan mengonversi tanggal berdasarkan kalender masehi melalui perhitungan kalender Bali digital. Sehingga akan ditemukan wuku, panglong, dan tahun saka.
3. Apa saja sesajen untuk melaksanakan otonan?

Sesajen atau dalam Bahasa Bali disebut banten tentu dibutuhkan dalam otonan. Perayaan otonan juga harus dilandasi perasaan tulus dan ikhlas sesuai dengan kemampuan masing-masing umat Hindu.
Sesajen yang biasanya berupa peras dan penyeneng tataban sebagai sarana penyampaian kepada Tuhan maupun leluhur, bahwa yang sedang berulang tahun merayakan bersama dengan penuh suka cita.



















