Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Jendela Pesawat Berbentuk Bulat, Bukan Persegi

5 Alasan Jendela Pesawat Berbentuk Bulat, Bukan Persegi
Ilustrasi jendela pesawat (freepik.com/wirestock)

Kamu pernah gak, pas lagi duduk manis di dekat jendela pesawat, mikir, “Kenapa ya jendelanya bulat, bukan persegi?” Ternyata, bentuk jendela ini bukan sekadar estetika, lho! Ada alasan kuat di balik desainnya yang terlihat sederhana tapi sangat penting untuk keselamatan penerbangan.

Nah, artikel ini bakal ngajak kamu memahami sisi ilmiah dengan gaya santai dan seru. Jadi, pastikan kamu baca sampai habis, ya! Dijamin, setelah ini kamu bakal lebih menghargai desain pesawat yang kelihatannya sederhana tapi ternyata punya banyak cerita di baliknya. Yuk, mulai pembahasannya!

1. Mengurangi tekanan pada sudut pesawat

Ilustrasi jendela pesawat (pexels.com/Shane Kell)
Ilustrasi jendela pesawat (pexels.com/Shane Kell)

Kalau jendela pesawat berbentuk persegi, apa yang bakal terjadi? Sudut-sudutnya akan menjadi titik lemah ketika pesawat sedang terbang di ketinggian. Pada ketinggian 30.000 kaki, tekanan udara di luar pesawat jauh lebih rendah dibandingkan di dalam kabin. Perbedaan tekanan ini menghasilkan gaya yang besar di permukaan pesawat, termasuk di area jendela.

Sudut pada jendela persegi menjadi tempat konsentrasi tekanan, yang disebut stress concentration. Ini adalah fenomena ketika gaya terpusat pada satu titik, menyebabkan tekanan lebih besar di sana dibandingkan area lain. Akibatnya, retakan kecil yang muncul di sudut ini bisa menyebar dengan cepat. Dalam kondisi ekstrem, hal ini bahkan bisa menyebabkan kegagalan struktural yang fatal. Jendela bulat atau oval mampu mendistribusikan tekanan secara merata sehingga tidak ada titik konsentrasi tekanan yang berbahaya. Desain ini membantu meningkatkan keamanan selama penerbangan.

2. Pelajaran dari insiden pesawat di masa lalu

Ilustrasi bangkai pesawat jatuh (pexels.com/Wolf Art)
Ilustrasi bangkai pesawat jatuh (pexels.com/Wolf Art)

Sejarah selalu jadi guru terbaik, termasuk dalam desain pesawat. Pada 1950-an, pesawat de Havilland Comet menjadi yang pertama menggunakan teknologi pesawat jet komersial. Sayangnya, desain awal pesawat ini menggunakan jendela persegi. Hasilnya? Beberapa kecelakaan fatal terjadi akibat keretakan yang dimulai di sudut jendela.

Setelah investigasi mendalam, insinyur menyadari bahwa jendela persegi adalah akar masalahnya. Sudut-sudut jendela menciptakan konsentrasi tekanan yang menyebabkan kegagalan struktural. Lebih dari sekadar pelajaran teknis, insiden ini mengubah standar desain industri penerbangan. Semua pesawat modern sekarang menggunakan jendela berbentuk bulat atau oval untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. Jadi, perubahan kecil ini sebenarnya adalah hasil dari pelajaran mahal yang melibatkan keselamatan ribuan nyawa.

3. Menyesuaikan dengan bentuk badan pesawat

Ilustrasi pesawat di bandara (pexels.com/AS Photography)
Ilustrasi pesawat di bandara (pexels.com/AS Photography)

Pesawat modern dirancang dengan badan berbentuk tabung. Desain ini dipilih karena memberikan stabilitas struktural terbaik dalam menghadapi tekanan udara yang ekstrem di ketinggian. Bentuk tabung juga membantu pesawat mengurangi hambatan udara sehingga lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Nah, kalau badan pesawat berbentuk tabung, jendela bulat lebih cocok karena mengikuti bentuk alami badan pesawat. Jendela persegi bakal menciptakan sudut yang sulit diintegrasikan dengan bentuk tabung. Selain itu, sudut ini bisa menjadi titik lemah yang lebih mudah retak atau rusak. Dengan jendela bulat, tidak hanya tekanan yang lebih merata, tetapi juga proses manufaktur menjadi lebih mudah dan hasil akhirnya lebih tahan lama.

4. Mengurangi resiko kerusakan jangka panjang

Ilustrasi pesawat di bandara (pexels.com/Daniel Kist)
Ilustrasi pesawat di bandara (pexels.com/Daniel Kist)

Bayangkan pesawat yang sudah terbang ribuan kali. Setiap kali terbang, pesawat mengalami siklus tekanan, naik saat di udara dan turun saat mendarat. Siklus ini menyebabkan struktur pesawat perlahan mengalami kelelahan material, yang disebut metal fatigue. Fenomena ini tidak bisa dihindari, tetapi desain yang tepat dapat meminimalkan dampaknya.

Dengan desain jendela bulat, tekanan di sekitar jendela tersebar merata, mengurangi risiko kelelahan material. Artinya, retakan kecil yang mungkin muncul tidak akan langsung menyebar ke area lain. Ini membuat pesawat lebih aman dan tahan lama tanpa membutuhkan perawatan besar. Selain itu, biaya operasional maskapai juga jadi lebih efisien karena pesawat lebih jarang mengalami perbaikan besar akibat kerusakan struktural.

5. Memberikan pandangan yang lebih nyaman

Ilustrasi wanita melihat ke jendela pesawat (pexels.com/Adrienn)
Ilustrasi wanita melihat ke jendela pesawat (pexels.com/Adrienn)

Selain alasan teknis, ada juga faktor kenyamanan. Jendela bulat memberikan pandangan yang lebih alami bagi penumpang. Bentuk bulatnya membuat mata lebih nyaman karena distribusi visual yang lebih merata, tanpa gangguan dari sudut-sudut tajam yang biasanya memecah perhatian.

Selain itu, jendela bulat juga lebih estetik, lho. Desainnya memberikan kesan futuristik dan modern, menjadikan interior pesawat lebih menarik secara visual. Penumpang yang duduk di dekat jendela bisa menikmati pemandangan langit atau daratan dengan lebih maksimal. Jadi, selain aman, desain ini juga meningkatkan pengalaman penerbangan bagi para penumpang.

Nah, sekarang kamu tahu kan, kenapa jendela pesawat itu bulat, bukan persegi? Ternyata, desain ini bukan cuma soal gaya, tapi juga menyangkut keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan. Jadi, saat kamu terbang lagi nanti, coba luangkan waktu untuk mengamati jendela pesawat. Ingat bahwa di balik bentuknya yang sederhana, ada teknologi canggih dan sejarah panjang yang membuat penerbangan jadi lebih aman.

Selalu ada cerita menarik di balik hal-hal yang terlihat biasa, termasuk jendela pesawat. Semoga artikel ini membuat kamu makin penasaran untuk belajar lebih banyak hal baru. Sampai jumpa di pembahasan seru berikutnya!

Referensi:
Coen, P. (2017). "Why Are Airplane Windows Round?" National Air and Space Museum. Diakses dari https://airandspace.si.edu/stories/editorial/why-are-airplane-windows-round
FAA. (2020). "Aircraft Design and Certification." Federal Aviation Administration. Diakses dari https://www.faa.gov/aircraft/design
Megson, T. H. G. (2014). Aircraft Structures for Engineering Students. Elsevier.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

1000 PMI Hospitality Bali Diberangkatkan ke Bulgaria Secara Bertahap

02 Apr 2026, 19:33 WIBNews