Kenapa Luas Lahan Panen Padi di Bali Menurun?

Denpasar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali merilis beberapa berita statistik di Kantor BPS Provinsi Bali, pada Senin (3/32025). Pada bagian luas panen dan produksi padi, BPS Provinsi Bali mencatat adanya penurunan luasan lahan panen padi dari tahun 2023 ke 2024.
Pelaksana Teknis (Plt) Kepala BPS Provinsi Bali, Kadek Agus Wirawan, menjelaskan penyebab menurunnya luasan lahan panen tersebut.
1. Faktor iklim dan cuaca

Agus Wirawan mengungkapkan pendapatnya, bahwa faktor penurunan luasan lahan panen ini berkaitan erat dengan faktor iklim dan cuaca.
“Kalau penurunan luas panen, berdasarkan hasil amatan kita, tergantung dari iklim dan cuaca. Ada sawah yang tidak bisa dimaksimalkan,” ujar Wirawan di Kantor BPS Bali, Senin (3/2/2025).
Catatan BPS Provinsi Bali, luas panen padi pada Januari hingga Desember 2024 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Januari hingga Desember 2023. Adapun penurunan yang tercatat sebesar 4,34 persen.
“Luas panen beras ini mengalami penurunan. Setelah rilis ini menjadi dasar Pemprov Bali dalam menghitung kebutuhan daripada Provinsi Bali ini sebesar apa,” kata Wirawan.
Di samping iklim dan cuaca, faktor lainnya berasal dari produsen atau petani. Wirawan mengungkapkan pada waktu tertentu, petani pindah pekerjaan sementara ketika ada sektor yang lebih menjanjikan.
2. Luasan riil sawah berkurang

Wirawan juga menjelaskan, selain iklim dan cuaca. secara riil luas lahan sawah di Bali berkurang.
“Luas lahan secara riil memang ada berkurang luas sawahnya,” kata dia.
Selain luas lahan panen, pada kategori produksi padi dan beras juga mengalami penurunan. Pada produksi padi, periode Januari hingga Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 5,66 persen dibandingkan Januari hingga Desember 2023.
Sementara, produksi beras periode Januari hingga Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 5,66 persen dibandingkan pada periode Januari hingga Desember 2023. Penurunan produksi padi dan beras, berdasarkan keterangan Wirawan adalah dampak dari luas lahan panen yang menurun. Sisi lainnya, Pemerintah Pusat sedang gencar-gencarnya menjalankan program ketahanan pangan.
“Pemerintah Pusat sedang menggalakkan program ketahanan pangan ini. Termasuk adanya program penambahan area tanam atau sawah ini, untuk meningkatkan produksi padi atau beras,” kata Wirawan
3. Bali ditarget memproduksi 155 ribu padi atau beras per tahun

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Bali, Ni Luh Sukadani, menjelaskan pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan luasan lahan panen maupun produksi.
“Banyak upaya kami dengan menambah prasarana pupuk, pengairan, benih dari pusat. Bali mendapatkan target 155 ribu produksi per tahun dengan luas areal tanam 68 ribu hektar,” kata Sukadani saat ditemui IDN Times, pada Senin (3/3/2025).



















