Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Tanah Mengeluarkan Api di Denpasar Hanya Rekayasa
Video tanah mengeluarkan api (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Sebuah video viral menunjukkan tanah mengeluarkan api di Denpasar, namun setelah dicek polisi dan TNI, kejadian itu ternyata hanya rekayasa pekerja proyek.
  • Pekerja bernama Komang Artana mengaku membakar pertalite untuk mengusir semut sebelum menggali tanah, lalu menjadikannya candaan seolah tanah tersebut menyala sendiri.
  • Kapolsek Denpasar Timur mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi tanpa verifikasi demi mencegah keresahan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Belum lama ini masyarakat dihebohkan oleh postingan video tanah mengeluarkan api di kawasan Jalan Badak Agung Utara, Kota Denpasar. Bhabinkamtibmas Desa Sumerta Kelod, Aiptu Kadek Rudi Martana, bersama Babinsa, Serda I Wayan Muliastra, turun langsung melakukan klarifikasi ke lokasi, pada Senin (30/3/2026).

Mereka mengecek dan wawancara seorang pekerja bernama Komang Artana (44). Pekerja ini mengaku kejadian tersebut hanya akal-akalan saja.

Kejadian tersebut bermula saat proses penggalian tanah untuk pembuatan got. Sebelum digali, area tersebut diketahui banyak terdapat semut. Untuk mengatasinya, pekerja menyiramkan pertalite dan membakarnya.

"Setelah dibakar, tanah kemudian digali, dan oleh para pekerja dijadikan candaan seolah-olah tanah tersebut mengeluarkan api," jelasnya.

Dari keterangan para pekerja lainnya juga mengakui tidak ada fenomena alam atau kejadian aneh seperti yang beredar. Api yang muncul murni berasal dari bahan bakar yang disiramkan sebelumnya, bukan dari dalam tanah.

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, menyampaikan agar masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

"Diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi, khususnya yang berpotensi menimbulkan keresahan," terangnya.

Editorial Team