ABG di Karangasem Iseng Telepon 110, Langsung Dibina ke Polsek

- Seorang remaja 12 tahun di Karangasem ditegur polisi setelah iseng menelepon layanan darurat 110 dan mengucapkan kata kasar kepada petugas.
- Remaja tersebut dibawa ke Polsek Manggis untuk pembinaan, diminta meminta maaf, dan orang tuanya dipanggil agar lebih mengawasi penggunaan ponsel anak.
- Polisi menegaskan panggilan iseng ke nomor 110 bisa mengganggu kinerja petugas karena setiap laporan wajib ditindaklanjuti meski belum pasti bersifat darurat.
Karangasem, IDN Times- Seorang remaja di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, dibina personel kepolisian setelah diketahui menyalahgunakan layanan darurat 110.
Bocah laki-laki berusia 12 tahun itu sempat menghubungi call center kepolisian sambil melontarkan kata-kata kasar kepada petugas yang berjaga.
Peristiwa tersebut terjadi, Minggu (25/5/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, petugas SPKT Polsek Manggis menerima panggilan masuk melalui layanan pengaduan darurat 110.
Namun, bukannya menyampaikan laporan kejadian, penelepon justru berbicara tidak sopan dan memaki anggota polisi.
Kapolres Karangasem, I Made Santika, mengatakan, person langsung melakukan penelusuran terhadap nomor telepon yang digunakan. Dari hasil pelacakan, polisi mengetahui panggilan tersebut berasal dari wilayah Desa Antiga.
“Setelah anggota mendatangi lokasi, diketahui penelepon masih anak-anak, usianya sekitar 12 tahun,” ujar Santika, Rabu (27/5/2026).
1. Dibina ke Polsek Manggis

Polisi kemudian membawa remaja tersebut ke Mapolsek Manggis untuk dibina.
Kedua orangtuanya juga dipanggil agar memahami dampak dari penyalahgunaan layanan darurat yang seharusnya digunakan untuk kondisi mendesak.
2. Diminta sampaikan permintaan maaf

Selain diminta menyampaikan permintaan maaf dan membuat klarifikasi, pihak keluarga juga diingatkan agar lebih mengawasi penggunaan ponsel oleh anak-anak, terutama saat malam hari.
"Kami mengimbau orangtuanya untuk mengawasi anak-anaknya," ungkap dia.
3. Panggilan iseng pada layanan 110 dapat menganggu kinerja petugas

Menurut polisi, layanan 110 disediakan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat atau ingin melaporkan kejadian darurat.
Panggilan iseng dinilai bisa mengganggu konsentrasi petugas dan berpotensi menghambat penanganan laporan penting lainnya.
Meski sering menerima laporan palsu atau panggilan bercanda, polisi tetap wajib merespons setiap telepon yang masuk.
"Sebab, pada saat panggilan diterima, petugas belum bisa memastikan apakah laporan tersebut benar-benar darurat atau tidak. Sehingga petugas wajib turun untuk memastikannya," ungkap Santika.


















