Tim PSC Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Layanan PSC Tabanan kini memiliki 10 orang petugas yang terdiri dari dua bidan, tujuh perawat, dan satu sopir. Pada awal terbentuk, layanan PSC Tabanan biasanya menangani kasus kegawatdarurat di Kota Tabanan, dan terkadang hingga ke wilayah Kecamatan Penebel. Sementara sisanya ditangani oleh PSC di masing-masing puskesmas.
Namun di awal pandemik, petugas PSC Tabanan menjemput pasien suspek COVID-19 yang memerlukan layanan antar ke rumah sakit maupun tempat isolasi terpadu di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.
Sebagai tim PSC Tabanan, I Putu Eka Viqtrayana bersama rekannya di awal pandemik tidak ada jeda menangani permintaan emergency, terutama menjemput pasien suspek COVID-19.
"Kami turun bisa lima kali dalam sehari. Bergantian setiap tim. Karena itu mandinya juga pernah merasakan sampai lima kali dalam sehari. Kulit sampai pucat," ujarnya, Rabu (24/8/2022).
Kondisi ini berlangsung selama satu tahun, dari 2020 hingga 2021. Apalagi ketika ada kasus delta. Seluruh petugas yang berjaga dalam tiga shift tidak berhenti untuk menjemput pasien suspek.
"Untungnya selama masa krodit itu tidak ada tim yang sakit," kata Eka.