Bisnis Entertainment Karaoke Luxury Mulai Bergeliat di Bali

- Bisnis karaoke luxury mulai berkembang di Bali karena daya tarik wisatawan global dan peluang besar di sektor hiburan premium.
- STYX Luxury Karaoke & Beyond menargetkan segmen pasar eksklusif seperti pemilik bisnis, korporasi, dan pejabat, namun juga menarik minat wisatawan Asia dan Eropa.
- Konsep STYX sebagai modern sanctuary menawarkan pengalaman relaksasi dengan tarif mencapai jutaan rupiah per room, mengandalkan pelayanan personal dan hubungan pelanggan.
Badung, IDN Times - Geliat destinasi hiburan premium entertainment serta karaoke mulai terlihat di Bali. Potensi bisnis karaoke luxury ini mulai dilirik pebisnis luar Pulau Bali.
Operasional Manager STYX Luxury Karaoke & Beyond, Ope Dahlan menyampaikan, pebisnis karaoke mulai berpikir memanfaatkan scope Bali yang sangat luas sebagai destinasi pariwisata. Wisatawan berbagai daerah dan belahan dunia berkumpul di Bali menjadi pertimbangan tersendiri dalam mengembangkan bisnis karaoke luxury.
"Iya, jadi memang kalau kita bicara untuk bisnis entertainment terutama karaoke di Bali mungkin banyak, tapi enggak banyak yang ke highlight. Dan memang untuk secara konsep luxury bisa dihitunglah," ungkapnya.
1. Tempat karaoke bisa menjadi alternatif melepas stres

Menurut Operasional Manager STYX Luxury Karaoke & Beyond, Ope Dahlan menyampaikan arti STYX dimaknai positif sebagai lokasi untuk kembali me-refresh kondisi seseorang yang sudah lelah dengan dunia pekerjaan dan aktivitas, sebagai sebuah modern sanctuary, yakni tempat pelarian dari kesibukan sehari-hari.
"Ya yang tadinya ada di bawah tekanan menjadi bebas. Bebas berekspresi, konsep dasarnya seperti itu," terangnya.
2. Karaoke luxury targetkan owner bisnis

Sebagai bisnis karaoke luxury, STYX menargetkan pasar khusus yakni owner bisnis, government, corporate yang secara khusus datang ke Bali untuk agenda besar. Sementara itu pasar wisatawan awalnya tidak menjadi target STYX, tetapi dengan lokasinya yang strategis diakuinya tidak menutup kemungkinan hiburan ini juga dilirik wisatawan. Sejauh ini, terlihat beberapa wisatawan dari Eropa berminat mencoba hiburan karaoke kendati bukan budaya atau kebiasaan mereka. Angkanya sekitar 15-10 persen dari jumlah kunjungan sejak beroperasi pada Desember 2025 lalu.
"Nah, ini yang menariknya. kalau secara persiapan STYX itu sendiri sebenarnya tidak ada target untuk ke wisatawan," ungkapnya.
Sementara itu, pasar wisatawan yang berpotensi justru diungkapnya dari Asia seperti China, dan Jepang yang memiliki kebiasaan hampir mirip dengan Indonesia, perihal hiburan karaoke.
3. Tarif karoke luxury bernilai jutaan

Bisnis karaoke luxury diungkapnya mengandalkan relationship dan service. Hal ini dikarenakan promosi bisnis karaoke luxury harus dilakukan secara hati-hati karena kerap dicap identik dengan bisnis abu-abu.
"Jadi, memang room kita tidak terlalu banyak, unitnya ada sembilan. Cuma untuk kapasitasnya agak lumayan besar. Jadi, untuk yang paling kecil kita di delapan pax. Target kita di satu orang atau satu room itu di Rp5 juta itu," ungkapnya.









![[QUIZ] Pilih Mekidung atau Menari, Ini Member no na Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250604/no-na-new-sounds-superstitiousand-falling-in-love-are-out-now-everywhere-stay-tuned-music-video-drops-tomorrow-505165762f52a892b2e35583ac6b3746-9ba20f856ce125a33b6bdd63dadf1e4f.jpg)








