Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Layanan Jemput Bola Disdukcapil ke Nusa Penida Tak Berlanjut

Dok. IDN Times/istimewa
Dok. IDN Times/istimewa

Klungkung, IDN Times - Sejumlah layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Klungkung mulai terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Satu layanan yang paling merasakan imbasnya adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), terutama dalam memberikan pelayanan ke Kecamatan Nusa Penida.

Menurut pihak dinas, minimnya anggaran perjalanan dinas menghambat akses pelayanan untuk warga di wilayah tersebut. Beberapa warga yang telah mengajukan permohonan perekaman e-KTP sejak tiga bulan lalu, juga masih belum mendapatkan pelayanan.

Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Klungkung, Pande Made Anggarnata, menyebutkan efisiensi anggaran menjadi penyebab utama terhambatnya pelayanan ke Nusa Penida.

“Tidak ada anggaran perjalanan dinas, termasuk biaya tiket dan BBM. Sehingga layanan ke Nusa Penida tidak bisa berjalan maksimal,” ujarnya, Senin (24/2/2025).

1. Beberapa program Disdukcapil Klungkung terdampak efisiensi anggaran

Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Klungkung, Pande Made Anggarnata. (Dok. IDN Times/istimewa)
Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Klungkung, Pande Made Anggarnata. (Dok. IDN Times/istimewa)

Beberapa program Disdukcapil Klungkung terdampak efisiensi anggaran. Terutama layanan berbasis mobilitas--seperti perekaman data elektronik dengan sepeda motor (Predator)--terhenti akibat keterbatasan dana. Program ini, menurutnya dapat menjangkau warga di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat. Terutama untuk penyandang disabilitas, yang tidak bisa datang langsung ke kantor camat.

Selain itu, layanan jemput bola administrasi kependudukan di desa-desa Nusa Penida melalui program Jala Persada juga terdampak. Program ini sebelumnya memungkinkan warga mendapatkan dokumen kependudukan dalam sehari.

Layanan Kawi Semara, yang memberikan akta perkawinan langsung saat upacara pernikahan; serta Pitra Bakti, layanan terintegrasi penerbitan akta kematian; juga mengalami kendala yang sama.

“Kalau pelayanan di kantor camat masih bisa jalan, sepanjang warga bisa datang ke tempat pelayanan,” ungkap Anggarnata.

2. Masih minim sarana prasana Disdukcapil di Nusa Penida

Foto hanya ilustrasi (dok.Pribadi/Agung Siswanto Bayu Aji)
Foto hanya ilustrasi (dok.Pribadi/Agung Siswanto Bayu Aji)

Anggarnata menyebutkan, petugas dan sarana prasarana Disdukcapil di Kantor Camat Nusa Penida masih minim. Yakni hanya ada satu alat perekaman dan dua petugas. Hal ini yang membatasi pelayanan di kawasan tersebut. Bahkan permohonan perekaman e-KTP dari beberapa desa seperti Bunga Mekar, Tanglad, dan Ped belum bisa diproses oleh petugas.

Warga penyandang disabilitas yang memerlukan perekaman e-KTP, pun harus menunggu lebih lama karena petugas tidak dapat menjangkau mereka.

"Sebagai solusi sementara, Disdukcapil mengirimkan file dokumen kepada aparat desa untuk dicetak dan diserahkan kepada warga," ungkap Anggarnata.

3. Anggaran yang diusulkan dicoret

Pelayanan Disdukcapil Klungkung. (Dok. IDN Times/istimewa)
Pelayanan Disdukcapil Klungkung. (Dok. IDN Times/istimewa)

Kepala Disdukcapil Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gde Oka Wedana, menambahkan anggaran perjalanan dinas ke Nusa Penida awalnya telah diajukan, tetapi kemudian dicoret.

“Saya tidak tahu siapa yang mencoret, jadi saya tidak mau berkomentar lebih jauh,” katanya.

Ida Bagus Jumpung juga menyarankan warga yang membutuhkan layanan agar datang membawa anggota keluarganya ke kantor camat. Meskipun, hal ini sangat sulit dilakukan oleh penyandang disabilitas.

Ia juga mengungkapkan, bahwa jaringan internet yang buruk di beberapa desa daerah Nusa Penida turut menghambat pelayanan administrasi.

Share
Topics
Editorial Team
Wayan Antara
EditorWayan Antara
Follow Us