Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klungkung Pinjam Uang Rp50,6 Milliar Buat Bangun Infrastruktur
Perbaikan jalan di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Pemkab Klungkung meminjam Rp50,6 miliar dari PT SMI untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan pasar di wilayah Nusa Penida.
  • Sebelumnya, Klungkung juga telah meminjam Rp144 miliar dari BPD Bali yang difokuskan pada pembangunan akses jalan utama di Kecamatan Nusa Penida.
  • Selain proyek jalan, dana pinjaman turut dialokasikan untuk peningkatan layanan kesehatan melalui pembangunan gedung CSSD di RS Gema Santi Nusa Penida.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun ini

Pemkab Klungkung meminjam Rp144 miliar ke BPD Bali untuk pembangunan infrastruktur di Nusa Penida. Tahap awal pencairan sebesar Rp66,28 miliar difokuskan pada pembangunan akses jalan di Kecamatan Nusa Penida.

6 Juli 2026

Bupati Klungkung I Made Satria menandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah dan Perjanjian Pengelolaan DSRA dengan PT SMI senilai sekitar Rp50 miliar di kantor PT SMI, Jakarta.

7 Juni 2026

Bupati I Made Satria menegaskan pengelolaan dana pinjaman dilakukan secara transparan dan akuntabel agar memberikan manfaat bagi masyarakat Klungkung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Klungkung meminjam dana sebesar Rp50,6 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk membiayai pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan fasilitas publik di wilayah Nusa Penida.
  • Who?
    Bupati Klungkung I Made Satria menandatangani perjanjian pinjaman dengan Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa, disaksikan perwakilan PT Bank BPD Bali.
  • Where?
    Penandatanganan dilakukan di kantor PT SMI, Sahid Sudirman Center, Jakarta, sementara proyek pembangunan akan dilaksanakan di Kabupaten Klungkung, khususnya Nusa Penida.
  • When?
    Kegiatan penandatanganan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, dan keterangan lanjutan disampaikan oleh Bupati Klungkung pada Selasa, 7 Juni 2026.
  • Why?
    Peminjaman dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah untuk mempercepat realisasi program prioritas pembangunan infrastruktur serta meningkatkan pelayanan publik di wilayah kepulauan.
  • How?
    Dana pinjaman akan dikelola secara transparan dan akuntabel untuk membiayai peningkatan jalan utama seperti Sampalan–Toya Pakeh dan Lingkar Ceningan serta pembangunan fasilitas kesehatan RS Gema Santi Nusa Penida.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kabupaten Klungkung pinjam uang banyak sekali ke PT SMI, katanya lima puluh miliar lebih, buat bangun jalan dan pasar di Nusa Penida. Pak Bupati namanya I Made Satria yang tanda tangan sama orang PT SMI di Jakarta. Dulu Klungkung juga sudah pinjam uang dari bank lain buat jalan. Sekarang uangnya mau dipakai buat bikin jalan bagus dan rumah sakit lebih baik biar orang senang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Pemkab Klungkung memanfaatkan pinjaman dari PT SMI menunjukkan upaya proaktif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur penting di wilayahnya. Dengan fokus pada peningkatan akses jalan dan fasilitas kesehatan di Nusa Penida, serta komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, kebijakan ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kepulauan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times– Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung harus meminjam uang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk mendukung pembangunan infrastktur. Nilai pinjamannya cukup besar, yakni sekitar Rp50 miliar. Uang itu akan digunakan untuk mendukung pembangunan berbagai sektor, sekaligus mempercepat realisasi program prioritas yang telah dirancang pemerintah daerah (pemda) seperti jalan dan pasar di Nusa Penida.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah dan Perjanjian Pengelolaan Debt Service Reserve Account (DSRA) antara Bupati Klungkung, I Made Satria, dengan Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, disaksikan perwakilan PT Bank BPD Bali di Kantor PT SMI, Sahid Sudirman Center, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menegaskan, seluruh dana pinjaman akan dikelola secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami berkomitmen mengelola fasilitas pembiayaan ini secara prudent, transparan, dan akuntabel sehingga mampu mendukung pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Satria, Selasa (7/6/2026).

1. Klungkung juga meminjam Rp144 miliar ke BPD Bali tahun ini

Bupati Klungkung I Made Satria menandatangani pinjaman daerah. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Sebelumnya, Klungkung juga telah meminjam anggaran sebesar Rp144 miliar, untuk pembangunan infrastruktur di Nusa Penida. Dana yang sudah dicairkan sebesar Rp66,28 miliar pada tahap awal. Pembiayaan itu nantinya difokuskan untuk membiayai pembangunan beberapa akses jalan di Kecamatan Nusa Penida.

2. Uang pinjaman untuk pembangunan jalan di Nusa Penida

Perbaikan jalan di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Bupati Klungkung, I Made Satria, menjelaskan dana kredit tersebut akan difokuskan pada pembiayaan sejumlah proyek prioritas yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya di Nusa Penida. Yakni peningkatan Jalan Sampalan-Toya Pakeh dengan nilai Rp51,92 miliar, yang merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat dan wisatawan. Selain itu, peningkatan Jalan Lingkar Ceningan senilai Rp9,5 miliar guna memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan.

3. Anggaran juga untuk meningkatkan layanan RS Gema Santi di Nusa Penida

RS Gema Santi Nusa Penida. (Dok. IDN Times/istimewa)

Tak hanya infrastruktur jalan, sektor layanan kesehatan juga ikut disentuh. Pemerintah menganggarkan Rp4,86 miliar untuk pembangunan Gedung Central Sterile Supply Department (CSSD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gema Santi Nusa Penida, sebagai upaya meningkatkan standar pelayanan medis di daerah tersebut.

“Pembangunan infrastruktur merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Untuk mengejar ketertinggalan, khususnya di wilayah kepulauan, diperlukan inovasi pembiayaan yang terukur, transparan, dan akuntabel. Fasilitas kredit ini diharapkan menjadi katalisator percepatan pembangunan di Kabupaten Klungkung,” ujar Made Satria.

Editorial Team

Related Article