Klungkung, IDN Times– Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung harus meminjam uang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk mendukung pembangunan infrastktur. Nilai pinjamannya cukup besar, yakni sekitar Rp50 miliar. Uang itu akan digunakan untuk mendukung pembangunan berbagai sektor, sekaligus mempercepat realisasi program prioritas yang telah dirancang pemerintah daerah (pemda) seperti jalan dan pasar di Nusa Penida.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah dan Perjanjian Pengelolaan Debt Service Reserve Account (DSRA) antara Bupati Klungkung, I Made Satria, dengan Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, disaksikan perwakilan PT Bank BPD Bali di Kantor PT SMI, Sahid Sudirman Center, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Ia menegaskan, seluruh dana pinjaman akan dikelola secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami berkomitmen mengelola fasilitas pembiayaan ini secara prudent, transparan, dan akuntabel sehingga mampu mendukung pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Satria, Selasa (7/6/2026).
