Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gelombang 4 Meter Mengintai Bali, Nelayan dan Feri Berisiko

Kota Denpasar
Gelombang 4 Meter Mengintai Bali, Nelayan dan Feri Berisiko
ilustrasi ombak(unsplash.com/Matt Paul Catalano)
  • BMKG Denpasar memperingatkan potensi gelombang 2,5–4 meter di Selat Bali selatan, perairan selatan Bali, dan Selat Lombok selatan pada 21–24 Agustus 2026.
  • Gelombang 1,25–2,5 meter juga berpeluang terjadi di Selat Badung, dengan risiko bagi perahu nelayan dan kapal tongkang pada kondisi angin tertentu.
  • Angin di perairan utara dan selatan Bali bertiup dari timur hingga selatan berkecepatan 4–25 knot; arus tertinggi tercatat di Selat Lombok selatan hingga 2,82 knot.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

DenpasarIDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan mulai 21 hingga 24 Agustus 2026 terkait potensi gelombang tinggi 2.5 - 4 meter di Selat Bali bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok Bagian Selatan.

Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Badung. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara dan Selatan Bali bertiup dari arah Timur - Selatan dengan kecepatan antara 4 - 25 knot.

Pada 22 Agustus 2026 kecepatan arus di Perairan Utara Pulau Bali 1,00 - 1,04 kt; Selat Badung 1,44 - 2,18 kt; Selat Bali bagian Selatan 1,21 - 1,39 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,45 - 1,76 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,53 - 2,02 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,75 - 2,82 kt.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More