Polisi Selidiki Aksi Asusila WNA yang Terekam CCTV di Canggu

- Polsek Kuta Utara masih mengidentifikasi pelaku dugaan tindak asusila pada 20 Juni 2026 dini hari di depan rumah warga, Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu.
- Rekaman CCTV menunjukkan seorang WNA laki-laki diduga bernegosiasi dan membayar dua perempuan WNI sebelum terjadi aksi oral seks; ketiganya kemudian pergi dengan satu sepeda motor.
- Pemilik rumah mengetahui kejadian setelah mendengar suara berisik, lalu mengunggah rekaman ke media sosial karena merasa pekarangannya tidak suci, meski tidak mengalami kerugian materiil.
Badung, IDN Times - Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Satreksrim Polsek) Kuta Utara masih melakukan upaya identifikasi pengungkapan pelaku tindak pidana asusila yang terjadi pada Kamis lalu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 02.33 Wita. Pejabat Sementara Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat Seksi Hubungan Masyarakat Polres Badung, Ajun Inspektur Polisi satu (Aiptu) Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan tindakan asusila tersebut diduga melibatkan satu orang warga negara asing (WNA) laki-laki dan dua orang WNI perempuan di depan rumah warga, Jalan Pantai Batu Bolong, Desa Canggu.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV (closed circuit television) yang terpasang di atas rumah korban, terpantau terjadi interaksi negosiasi dan WNA tersebut mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar kedua perempuan," ucapnya.
1. Pelaku melakukan oral seks di depan rumah warga

Ilustrasi CCTV. (pexels.com/Łukasz Klimkiewicz) Ayu menyebutkan, rekaman video tersebut beredar di media sosial, dan menampilkan aksi tak senonoh pelaku. Dalam video tersebut, terlihat perempuan melakukan oral seks, satu orang lainnya memegang dan berbincang.
"Setelah tindakan asusila tersebut dilakukan di lokasi, dua orang perempuan tersebut lebih dulu pergi meninggalkan lokasi dan kembali diikuti oleh WNA tersebut," jelasnya.
2. Aksi asusila terekam CCTV, diketahui karena suara berisik

Ilustrasi CCTV (Unsplash.com/Max Böhme) Aksi tersebut diketahui saat pemilik rumah berinisial NLM (25). Ia saat itu sedang bermain game di kamar yang dekat dengan pintu masuk rumahnya. Ia mengaku mendengar suara bisik-bisik di depan pintu masuk rumahnya. NLM penasaran dan langsung mengecek CCTV.
Selesai melihat adegan tersebut, ia langsung keluar dari kamar untuk mengecek. Namun ketiga orang tersebut terlihat kabur meninggalkan lokasi ke arah utara menggunakan sepeda motor.
"Mereka berbonceng tiga meninggalkan lokasi," jelasnya.
3. Korban merasa rumahnya menjadi tidak suci lagi

ilustrasi CCTV mini (pexels.com/David Yu) NLM mengaku area rumahnya sering menjadi sasaran sembarangan. Beberapa waktu ini pernah digunakan untuk kencing sembarangan di depan pintu rumah. Karena geregetan, ia memilih mengunggah rekaman tersebut ke media sosial untuk memberikan efek jera.
"Atas kejadian tersebut sumber tidak dirugikan secara materiel, namun lebih pada kerugian nonmateriel di mana pekarangan rumahnya menjadi tidak suci," jelasnya.


















