Inovasi Sahabat Selsa SMPN 1 Selemadeg Tabanan, Dobrak Stigma Ruang BK

- SMPN 1 Selemadeg mengubah citra ruang BK melalui Sahabat Selsa, menjadi klinik pendampingan minat, bakat, dan ide kreatif bagi siswa.
- Program ini menggabungkan konsultasi BK ramah dengan eksplorasi ekonomi kreatif digital, termasuk desain, konten positif, dan pemasaran UMKM lokal menggunakan smartphone.
- Sahabat Selsa meraih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026 kategori teknologi ekonomi kreatif dan digital, setelah verifikasi lapangan serta dukungan Pemkab Tabanan.
Tabanan, IDNTimes- Ruang bimbingan dan konseling (BK) kerap dipandang sebagai ruang 'eksekusi' bagi anak-anak bermasalah di sekolah. Untuk mengubah cara pandang ini, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Selemadeg melahirkan inovasi yang dinamai Sahabat Selsa (Sapa Hati Berbasis AI Teknologi di SMP Negeri 1 Selemadeg) Bimbingan Konseling dan Ekonomi Kreatif.
Bahkan inovasi ini memenangkan piagam Anugerah Bali Swacitta Nugraha Provinsi Bali 2026 untuk kategori inovasi teknologi di bidang ekonomi kreatif dan digital.
Kepala Sekolah SMPN 1 Selemadeg, Ni Wayan Sri Yasmini, mengatakan bahwa melalui program Sahabat Selsa, ruang BK di SMPN 1 Selemadeg tidak lagi dipandang sebagai ruang eksekusi bagi anak-anak bermasalah, melainkan bertransformasi menjadi klinik tempat bertukar ide dan pendampingan minat dan bakat.
"Para siswa diajak mengenali potensi diri, merancang karya kreatif, hingga mempelajari pemasaran digital dengan memanfaatkan ruang sinergi bersama UMKM lokal di kawasan Selemadeg," ujarnya, Selasa (18/8/2026).
1. Gagasan Sahabat Selsa lahir lewat pemakaian smartphone para siswa

ilustrasi seseorang menggunakan smartphone (pexels.com/airamdphoto) Yasmini menjelaskan bahwa gagasan mendasar inovasi ini bermula dari pengamatan sehari-hari terhadap para siswa. Di zaman ketika para siswa tidak lepas dari smartphone, ada dua tantangan besar yang saling bertolak belakang; yaitu kecanduan media sosial tanpa arah serta kecenderungan siswa yang memendam masalah pribadi karena takut akan stigma lingkungan.
"Kami tidak bisa menutup mata bahwa anak-anak hari ini tumbuh di era digital. Pilihan kita hanya dua, membiarkan mereka terseret arus negatif, atau memberi mereka wadah yang aman untuk berkarya sekaligus mengasah jiwa kreativitasnya sejak dini," ujar Yasmini.
2. Dua pilar vital dalam inovasi Sahabat Selsa

Seseorang sedang merekam video membuat konten dengan smartphone. (pexels.com) Yasmini melanjutkan wadah inovatif ini dengan mengintegrasikan dua pilar vital, yaitu layanan konsultasi Bimbingan Konseling (BK) yang ramah dan adaptif, serta ruang eksplorasi potensi ekonomi kreatif digital bagi para siswa.
"Lewat Sahabat Selsa, anak-anak diajarkan bahwa HP di tangan mereka bisa menjadi alat ekonomi kreatif mulai dari membuat desain, membuat konten positif, hingga membantu pemasaran produk UMKM di sekitar sekolah. Hasilnya luar biasa, anak-anak menjadi lebih percaya diri dan memiliki sudut pandang baru tentang peluang karier masa depan," kata Yasmini.
Melalui pendampingan ini, proses bimbingan konseling menjadi jauh lebih komunikatif dan tepat sasaran berbasis data kebutuhan siswa, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman.
3. Inovasi Sahabat Selsa mendapatkan penghargaan dari Provinsi Bali

Kepala SMP Negeri 1 Selemadeg Ni Wayan Sri Yasmini, (paling kiri) saat menerima piagam Anugerah Bali Swacitta Nugraha Provinsi Bali Tahun 2026 untuk Kategori Inovasi Teknologi Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali (Dok.IDNTimes/Humas Tabanan) Inovasi ini kemudian mendapatkan penghargaan Anugerah Bali Swacitta Nugraha dari Provinsi Bali. Namun, capaian manis ini tidak diraih dalam sekejap. Tim juri Provinsi Bali telah turun langsung melakukan verifikasi dan penilaian lapangan di SMPN 1 Selemadeg pada 2 Juni 2026 lalu untuk melihat efektivitas program secara riil.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menjadi motor penggerak utama. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha, menegaskan komitmen daerah dalam mengawal inovasi-inovasi pendidikan lokal menuju level provinsi.
"Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk mendukung penuh inovasi di bidang pendidikan," katanya.



















