Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

39 Ribu UMKM di Tabanan Belum Kantongi Nomor Induk Berusaha

Kab. Tabanan
39 Ribu UMKM di Tabanan Belum Kantongi Nomor Induk Berusaha
Ilustrasi UMKM (Ilustrasi: Manus AI)
  • Dari sekitar 44.354 UMKM di 10 kecamatan Tabanan, baru 5.168 atau 12 persen yang memiliki NIB hingga Juli 2026; lebih dari 39 ribu belum berlegalitas.
  • Pemkab Tabanan mendorong kepemilikan NIB agar UMKM lebih mudah masuk marketplace, memperluas pasar, serta mengakses pembiayaan perbankan termasuk Kredit Usaha Rakyat.
  • Sebagian pelaku usaha kecil masih nyaman beroperasi sederhana dan belum menganggap legalitas mendesak; UMKM Tabanan didominasi sektor kuliner, dengan konsentrasi besar di Marga, Kediri, dan Tabanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tabanan, IDNTimes - Kabupaten Tabanan mencatat kurang lebih 44.354 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di 10 kecamatan. Dari total UMKM yang ada ini, ternyata baru sekitar 12 persen yang mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Sisanya, sekitar 39 ribu lebih pelaku UMKM belum mengantongi legalitas tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan, I Gede Nengah Sugiarta, mengatakan pihaknya terus mendorong pelaku UMKM untuk melengkapi legalitas usaha. Sebab salah satu keuntungan UMKM memiliki NIB adalah lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan, salah satunya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

  1. 1. Baru 5.168 pelaku UMKM di Tabanan memiliki NIB

    Ilustrasi usaha UMKM dan toko sebagai gambaran aktivitas bisnis serta perdagangan skala kecil di Indonesia.
    ilustrasi bisnis, usaha, UMKM, toko (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong)

    Berdasarkan data hingga Juli 2026, ada sebanyak 5.168 pelaku usaha yang mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) di Tabanan. Jumlah ini baru sekitar 12 persen dari UMKM yang ada di Tabanan.

    Untuk ini, Pemkab Tabanan pun menggenjot kepemilikan NIB agar UMKM lokal bisa naik kelas, menembus marketplace, hingga lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan.

    ā€œPemkab Tabanan selalu dorong teman-teman UMKM di Tabanan ini untuk bisa mengantongi NIB,ā€ kata Sugiarta, Rabu (19/8/2026).

  2. 2. NIB buat produk UMKM lebih mudah masuk ke marketplace

    Pelaku UMKM memanfaatkan layanan ShopeePay Merchant untuk mendukung transaksi dan kegiatan bisnis usaha.
    UMKM memanfaatkan ShopeePay Merchant (dok. Istimewa)

    Sugiarta melanjutkan bahwa NIB bukan sekadar dokumen administrasi. Legalitas usaha tersebut menjadi salah satu pintu bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus masuk ke ekosistem perdagangan digital.

    ā€œDengan NIB nanti di marketplace kita bisa masuk. Ini salah satu upaya untuk meningkatkan UMKM supaya naik kelas,ā€ ujarnya.

    Pemanfaatan marketplace, seperti Shopee, menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan pelaku UMKM Tabanan pada perdagangan digital. Melalui platform tersebut, produk lokal berpeluang menjangkau konsumen lebih luas.

    Selain memperluas pasar, legalitas usaha juga dapat membantu UMKM mengakses permodalan melalui lembaga keuangan perbankan, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

  3. 3. Pelaku UMKM masih ada yang nyaman jalankan usaha sederhana

    Ilustrasi pelaku UMKM menerima pembayaran cashless dari pelanggan melalui perangkat digital di meja usaha.
    ilustrasi bisnis, small business, UMKM, enterpreneur, customer, pembayaran cashless (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Masih banyaknya UMKM di Tabanan yang belum memiliki NIB, menurut Sugiarta, karena karakter dan kebutuhan setiap pelaku usaha berbeda. Sebagian pelaku usaha kecil, seperti pemilik warung, masih merasa nyaman menjalankan usaha secara sederhana sehingga belum menganggap legalitas sebagai kebutuhan mendesak.

    Dari sisi sebaran, Kecamatan Marga menjadi salah satu wilayah dengan jumlah UMKM terbanyak di Tabanan, yakni mencapai sekitar 9.900 usaha. Berikutnya, Kecamatan Kediri dengan sekitar 8 ribu UMKM dan Kecamatan Tabanan dengan sekitar 7 ribu UMKM.

    ā€œDominan pelaku UMKM ini bergerak di sektor usaha kuliner. Selain itu, ada UMKM yang memiliki karakter usaha yang beragam,ā€ kata Sugiarta.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More