Dua Laki-Laki Dibunuh Orang Tak Dikenal di Jalan Raya Pelabuhan Benoa

- Dua pria ditemukan tewas di Jalan Raya Pelabuhan Benoa dengan luka terbuka dan bakar, salah satunya teridentifikasi bernama Hisam Adnan asal Semarang.
- Saksi bernama Budi selamat setelah melarikan diri ke area sawah saat sekitar tujuh orang menyerang mereka di lokasi kejadian.
- Pelaku sempat kembali dua kali ke tempat kejadian untuk melakukan penganiayaan, sementara polisi kini masih menyelidiki kasus dan membawa korban untuk autopsi.
Denpasar, IDN Times - Dua orang laki-laki ditemukan tewas di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, tepatnya depan Restoran B Tuna Sirip Biru, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 03.30 Wita.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Kabid Humas Polda) Bali, Kombespol Ariasandy, mengatakan korban pertama teridentifikasi seorang laki-laki asal Desa Banjar Dowo, Kecamatan Genuk, Semarang yang bernama Hisam Adnan (29). Ia tewas dengan luka terbuka dan terbuka. Korban kedua nihil identitas, namun diketahui memiliki nama panggilan Egi dengan luka robek di pinggang kanannya.
"Dilaporkan sekitar pukul 05.00 Wita oleh pecalang dengan dugaan pembunuhan," terangnya.
1. Kondisi luka kedua korban sama-sama terbuka

Korban Hisam ditemukan dalam posisi di sebelah selatan, memakai kaus warna cokelat, dan celana jins pendek warna biru. Korban dilaporkan mengalami luka bakar pada kedua tangan dan punggung. Pelipis kanan di atas alis terdapat luka terbuka, begitu pula di kepala samping kanan atas telinga. Bagian belakang kepala sebelah kanan juga terdapat dua luka terbuka.
Sementara, Egi tidak memakai baju saat ditemukan. Korban hanya mengenakan celana jins panjang dan menggunakan kaus kaki hitam. Pada tubuh korban terdapat luka robek di pinggang kanan bagian bawah, dan luka terbuka pada pelipis kanan atas.
2. Saksi selamat karena kabur dan bersembunyi

Keterangan saksi yang merupakan calon Anak Buah Kapal (ABK) KM Bandar Bahari, Budi (25), bersama kedua korban sempat minum di area pelabuhan. Saksi diajak Egi untuk membeli minuman lagi naik ojek online. Sesampainya di lampu merah Pesanggaran, saksi bersama korban Egi turun dan memilih berjalan kaki ke Pelabuhan Benoa karena tidak menemukan warung yang buka. Saat di lokasi kejadian, tiba-tiba datang sekitar tujuh orang naik sepeda motor langsung mengeroyok saksi dan korban.
"Saksi lari menyelamatkan diri dan bersembunyi ke sawah samping TKP. Saat saksi kembali ke TKP untuk menemui kedua korban, kedua korban sudah terkapar di TKP," terang Ariasandy.
3. Pelaku mendatangi korban dua kali di TKP

Saat itu saksi melihat korban Hisam masih dalam kondisi hidup dan bisa diajak berbicara. Saksi hendak membangunkan korban, namun kondisinya sangat lemah. Tidak berapa lama rombongan pelaku kembali datang melakukan penganiayaan. Saksi kabur ke belakang restoran. Ia baru berani keluar ketika polisi sudah berada di lokasi.
"Saksi mengetahui kalau kedua teman saksi sudah meninggal dunia," ungkapnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, dan korban dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan autopsi.


















