Karangasem, IDN Times Bali - Ketergantungan Kabupaten Karangasem terhadap aktivitas galian C mulai disorot sebagai potensi titik lemah pembangunan daerah. Sektor yang selama ini jadi andalan ekonomi itu dinilai berisiko menghambat peralihan menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Ketua Pansus III DPRD Karangasem, Wayan Sumatra, menilai praktik pertambangan mineral bukan logam dan batuan (MBLB) terlalu dominan tanpa pengawasan ketat. Menurutnya, orientasi eksploitasi sumber daya alam berpotensi meninggalkan dampak jangka panjang yang lebih besar dibanding manfaat ekonomi saat ini.
“Kalau terus dibiarkan, kerusakan lingkungan, infrastruktur, hingga dampak sosialnya akan jauh lebih mahal untuk dipulihkan,” ujarnya, Jumat, (24/4/2026).
