82 Sekolah Rusak di Karangasem, Siswa Sampai Pindah-Pindah Ruangan

- Bupati Karangasem menyoroti puluhan sekolah rusak berat yang membahayakan siswa, dengan beberapa ruang kelas sudah tidak layak pakai dan proses belajar terganggu.
- Pemerintah Kabupaten Karangasem mengusulkan perbaikan 86 sekolah ke Pemerintah Pusat, menunggu verifikasi dari Kementerian Pendidikan untuk menentukan prioritas bantuan.
- Hingga kini baru 19 sekolah di Karangasem mendapat perbaikan, sementara pemerintah daerah berharap peningkatan bantuan seiring program revitalisasi nasional yang diperluas.
Karangasem, IDN Times – Persoalan sekolah rusak di Kabupaten Karangasem masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Dari puluhan usulan perbaikan yang diajukan pemerintah daerah (pemda), kondisi riil di lapangan menunjukkan banyak ruang kelas sudah tak layak pakai, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, mengungkapkan kerusakan tidak lagi sebatas ringan. Sejumlah sekolah mengalami kerusakan berat, mulai dari atap bocor hingga struktur bangunan yang rawan roboh.
“Kerusakan beberapa sekolah sudah masuk kategori membahayakan. Ada kelas yang tidak bisa dipakai karena takut roboh,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
1. Ada sekolah yang siswanya belajar sampai pindah-pindah ruangan

Dampak dari kerusakan ini langsung dirasakan siswa dan guru. Aktivitas belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke ruang lain yang masih dianggap aman, meski jauh dari kata ideal.
Kondisi ini membuat proses pembelajaran terganggu. Selain keterbatasan ruang, suasana belajar juga menjadi kurang kondusif karena harus berbagi tempat atau menggunakan ruang darurat.
Pemkab Karangasem pun menilai, percepatan perbaikan sekolah rusak sudah menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar program pembangunan biasa.
2. Sebanyak 82 sekolah diusulkan perbaikan ke pusat

Karangasem mengajukan perbaikan untuk 86 unit sekolah ke Pemerintah Pusat pada tahun ini. Jumlah yang akan disetujui masih menunggu proses verifikasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat menyambangi Karangasem, Rabu (1/4/2026) lalu, menyebutkan Pemerintah Pusat akan memprioritaskan sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah.
“Prioritasnya sekolah rusak berat, terdampak bencana, dan wilayah 3T. Karangasem punya peluang, tapi tetap harus melalui kajian,” jelasnya.
3. Baru 19 sekolah diperbaiki di Karangasem

Sebelumnya, Karangasem baru menerima bantuan perbaikan 19 unit sekolah. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari cukup dibandingkan kondisi kerusakan yang ada saat ini. Dengan banyaknya ruang kelas yang sudah tidak layak, pemda berharap tahun ini ada peningkatan signifikan jumlah sekolah yang diperbaiki.
Secara nasional, program revitalisasi sekolah mengalami lonjakan signifikan. Jika sebelumnya hanya menargetkan 11 ribu unit, kini meningkat menjadi 71 ribu unit sekolah.
Kebijakan yang didorong oleh Prabowo Subianto ini membuka peluang lebih besar bagi daerah seperti Karangasem untuk mendapatkan tambahan bantuan. Meski begitu, realisasi di lapangan tetap bergantung pada hasil penilaian Pemerintah Pusat.



















