Bayi Perempuan Dibuang di Denpasar Barat, Mulut Dilakban

- Seorang bayi perempuan ditemukan hidup dalam tas belanja ungu di Denpasar Barat dengan kondisi mulut dilakban, menjadi kasus pembuangan bayi keempat sejak Januari 2026.
- Warga segera menolong bayi tersebut sebelum dibawa polisi ke klinik untuk pemeriksaan medis, dan hasilnya menunjukkan kondisi bayi sehat tanpa luka.
- Dinas Sosial Denpasar menyoroti meningkatnya kasus pembuangan bayi serta mengimbau remaja atau pasangan muda mencari solusi hukum atau sosial agar tidak membuang anak.
Denpasar, IDN Times – Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi masih hidup di Jalan Imam Bonjol, Gang Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 11.45 Wita.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menyampaikan, bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam keadaan terbungkus tas belanja berwarna ungu. Kasus ini menjadi kasus keempat rentang Januari hingga Juni 2026 kasus pembuangan bayi di wilayah hukum Polresta Denpasar.
"Saat ditemukan, kondisi bayi masih merah dan mulutnya dilakban," terangnya.
Warga lebih dulu memberikan pertolongan agar bayi tubuhnya kembali hangat

Menurut Adi Saputra Jaya, warga yang pertama kali menemukan bayi tersebut segera memberikan pertolongan dengan menggendong dan membawanya ke warung terdekat untuk mendapatkan kain guna menghangatkan tubuh bayi. Setelah itu, kejadian tersebut dilaporkan ke kepolisian setempat.
Petugas kepolisian dari Polsek Denpasar Barat yang tiba di lokasi kemudian bersama warga membawa bayi tersebut ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kondisi bayi perempuan dinyatakan sehat

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi dalam kondisi hidup, sehat, serta tidak ditemukan adanya luka maupun lecet pada tubuhnya. Saat ini Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
"Bayi yang ditemukan saat ini dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan penanganan medis," terangnya.
Pilihan bagi perempuan yang tidak mau merawat bayinya

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, mengatakan permasalahan anak telantar ini menjadi atensi dan membutuhkan kerja sama dengan pihak terkait lainnya. Para pelaku disebutnya kebanyakan merupakan warga luar Denpasar atau luar Bali yang pernikahannya tidak resmi atau stres terhadap kondisi kehamilan, dan rentang usia yang masih muda. Beberapa kasus yang ia temui perempuan dalam kondisi tersebut berpotensi membuang bayi hingga menitipkannya ke panti.
"Tidak boleh terus menerus terjadi. Apakah ini akan menjadi permakluman kita? Nggak. Kalau saya Nggak! Miris. Sampai kapan mau seperti ini. Apa gak punya perasaan berdosa membuang anak kita sendiri. Jadi sepertinya Kota Denpasar ini tempat pembuangan bayi ya," tegasnya pada Jumat (29/5/2026).
Anak-anak yang dibuang oleh orangtuanya berpotensi mengalami gangguan dalam pertumbuhannya karena kasih sayang yang tidak didapatkan. Pihaknya menyarankan agar pasangan atau remaja yang mengalami kehamilan di luar ikata pernikahan agar berani mengambil langkah hukum berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat kaitannya dengan pertanggungjawaban. Atau juga bisa menghubungi Dinas Sosial untuk mencari solusi misalnya perwalian anak sehingga anak tersebut tidak dibuang.














![[QUIZ] Uji Pengetahuan Hari Raya Sugihan Jawa dan Sugihan Bali](https://image.idntimes.com/post/20241009/img-4498-017bacf9834e546a92c3b452be3f75f5_watermarked_idntimes-2.jpeg)


