Wayan Adiyasa (31) adalah seorang perawat di ruang ICU isolasi COVID-19, Gedung Cempaka RSUD Tabanan. Ia mulai bekerja di RSUD Tabanan pada awal Maret 2020.
"Saya memang diterima khusus untuk menjadi perawat di ruang ICU isolasi COVID-19. Dulu namanya ruang isolasi 1," ujarnya ketika diwawancara IDN Times, Kamis (18/3/2021).
Adiyasa mengaku cemas ketika ditugaskan sebagai perawat pasien COVID-19 untuk pertama kalinya. Tetapi ia tetap bersyukur. Selama bertugas, alat pelindung diri (APD) selalu tersedia dan tidak sampai kekurangan.
"Cemas ada untuk diri sendiri dan keluarga. Tetapi seiring waktu kecemasan itu bisa ditangani dengan selalu belajar bagaimana menangani pasien COVID-19 dan langkah pencegahan untuk tidak tertular."
Selama setahun merawat pasien COVID-19 di ruang ICU isolasi, Adiyasa dihadapkan pada emosional yang tinggi. Mulai dari rasa syukur ketika pasien yang ia rawat sembuh, sampai yang tidak tertolong.
"Ada rasa gembira jika pasien sembuh dan ikut sedih jika melihat pasien meninggal dan keluarga bersedih. Tetapi sebagai perawat, kita harus tetap bekerja secara profesional dan tidak boleh terus hanyut jika ada perasaan sedih," jelasnya.