Bencana Alam di Karangasem Berdampak Kerugian Rp755 Juta

Karangasem, IDN Times - Estimasi kerugian akibat bencana alam di Kabupaten Karangasem selama Januari 2025 sebanyak Rp755 juta, yang tersebar di semua Kecamatan. Yaitu Karangasem, Sidemen, Manggis, Bebandem, Abang, Selat, Rendang, dan Kubu.
Kerugian ini disebabkan karena beberapa rumah milik warga rusak karena fenomena alam yang membawa dampak bencana. Selain itu, beberapa pura (tempat sembahyang) milik pribadi serta kelompok, dan infrastruktur seperti jalan di Datah, Kecamatan Abang putus.
1. Estimasi kerugian terbesar berada di Kecamatan Karangasem

Kerugian terbesar akibat bencana alam ada di Kecamatan Karangasem. Estimasi kerugiannya mencapai Rp270 juta karena beberapa unit rumah warga dan pura mengalami kerusakan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan total kejadian di Kecamatan Karangasem sebanyak 11 kasus, dengan luka ringan satu orang. Sedangkan kepala keluarha (KK) yang terdampak sebanyak tiga KK, dan yang mengungsi sebanyak dua orang.
Sedangakan estimasi keruaian di Kecamatan Bebandem mencapai Rp150 juta, Kecamatan Manggis sekitar Rp130 juta, Kecamatan Kubu Rp120 juta, Kecamatan Abang diperkirakan mencapai Rp35 juta, Kecamatan Sidemen Rp40 juta, Kecamatan Selat Rp10 juta, dan terakhir Kecamatan Rendang nihil.
2. Total ada 67 kasus sepanjang Januari 2025

Total ada 7 kasus bencana alam sepanjang Januari 2025. Rinciannya adalah bencana pohon tumbang 30 kasus, longsor yang mengakibatkan bangunan jebol sebanyak 19 kasus. Sedangkan sisanya yakni gelombang tunggi, hujan, dan banjir.
Kasus bencana terbanyak ada di wilayah Kecamatan Manggis 19 kasus. Disusul Kecamatan Karangasem 11 kasus, Kecamatan Kubu 10 kasus, Kecamatan Bebandem 10 kasus, Kecamatan Abang 7 kasus, Kecamatan Sidemen 4 kasus, Kecamatan Selat dan Rendang masing-masing 3 kasus.
"Akibat bencana alam selama sebulan, KK yang terdampak sebanyak 20. Yang mengungsi sementara 20 jiwa," jelas IB Ketut Arimbawa, Sabtu (1/2/2025).
3. BPBD mengimbau warga tetap waspada

BPBD Karangasem mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati. Mengingat cuaca di Kabupaten Karangasem masih tidak bersahabat. warga dilarang mendekati pohon dan tebing selama hujan. Tujuannya untuk mengantisipasi hal tak diinginkan.
"Warga kita imbau agar tak buang sampah di aliran air, sehingga tak terjadi banjir memasuki hujan. Melakukan pemangkasan pohon yang bahaya, mempersiapkanĀ potensi, serta sumber daya penanggulangan bencana," jelas Arimbawa.
BPBD Karangasem akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi hal tak diinginkan di antaranya dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Perumahan dan Permukiman. Harapannya supaya ranting pohon yang lebat dipangkas.



















