Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banjir di Jembrana, Belasan Rumah Terendam hingga Sapi Hanyut

Banjir di Jembrana, Belasan Rumah Terendam hingga Sapi Hanyut
Rumah warga terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana pada Senin malam (27/4/2026).(Dok.Istimewa)
Intinya Sih
  • Hujan deras di Jembrana menyebabkan banjir meluas hingga merendam 16 rumah dan menghanyutkan ternak warga, terutama di wilayah Kecamatan Melaya.
  • Kondisi tanah berpasir dan tanggul abrasi membuat air sulit surut, sehingga BPBD berencana membangun saluran drainase baru untuk memperlancar aliran air ke laut.
  • Pihak kepolisian meningkatkan patroli di jalur Denpasar-Gilimanuk serta mengimbau warga pesisir dan bantaran sungai tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jembrana, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin (27/4/2026) sore hingga malam memicu banjir . Tak hanya merendam pemukiman, luapan air sungai yang deras juga menghanyutkan ternak milik warga.

Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana masih berupaya melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak yang cukup parah, terutama di wilayah Kecamatan Melaya.

1. Kontur tanah dan tanggul abrasi jadi pemicu banjir lama surut

Rumah warga terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana pada Senin malam (27/4/2026)
Rumah warga terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana pada Senin malam (27/4/2026).(Dok.Istimewa)

Di Desa Candikusuma, tepatnya di Banjar Tirta Kusuma, banjir mencapai ketinggian lutut orang dewasa. Sebanyak 16 unit rumah yang dihuni oleh 15 Kepala Keluarga (KK) terdampak genangan air, yang baru benar-benar surut pada Selasa siang.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana l, mengungkapkan ada anomali yang menyebabkan air tak kunjung surut meski hujan telah reda. "Kondisi kontur tanah di sana didominasi pasir pantai sehingga daya serap air rendah. Selain itu, lokasi pemukiman berada di dataran rendah, diperparah dengan keberadaan tanggul penahan abrasi yang justru menghambat aliran air langsung menuju laut," jelas Agus.

Sebagai solusi jangka panjang, BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan pihak desa untuk membangun saluran drainase di sepanjang sempadan tanggul agar aliran air lebih lancar.

2. Drama sapi hanyut dan pengendara motor yang nyaris celaka

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana pada Senin malam (27/4/2026) akibatkan area setra desa adat terendam banjir.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana pada Senin malam (27/4/2026) akibatkan area setra desa adat terendam banjir.(Dok.Istimewa)

Situasi yang terjadi di Desa Tukadaya dan Desa Nusasari juga sempat mencekam. Di Sungai Sarikuning, air meluap hingga merendam area setra (pemakaman adat). Luapan air menyeret dua ekor sapi milik warga setempat. Untungnya, kedua hewan ternak tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Sementara itu, di Sungai Anyarsari Kangin, Desa Nusasari, banjir setinggi 1 meter sempat memutus akses jalan raya dan merendam perkebunan.  Kapolsek Melaya, Kompol Ketut Sukadana, menyampaikan ada beberapa insiden yang terjadi dampak hujan deras tersebut. Seperti saat satu unit sepeda motor beserta pengendaranya sempat terseret arus deras.

"Beruntungnya pengendara berhasil menyelamatkan diri dan kendaraannya. Kejadian di beberapa titik tersebut tidak ada korban jiwa," ujar Kompol Sukadana.

3. Mitigasi dan patroli di jalur utama Denpasar-Gilimanuk

Rumah warga terendam akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana pada Senin malam (27/4/2026)
Rumah warga terendam akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana pada Senin malam (27/4/2026).(Dok.Istimewa)

Untuk antisipasi dampak cuaca ekstrem, pihak kepolisian meningkatkan intensitas patroli, terutama di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Langkah intu juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang atau genangan air yang dapat membahayakan pengguna jalan.

"Kami mengimbau warga yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. kemudian masyarakat diharapkan memastikan drainase di titik-titik rawan banjir dipantau demi kenyamanan dan antisipasi adanya banjir," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Bali

See More