Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 15 Juni 2026, Baik Menanam Sirih

Hari Baik Menurut Hindu Bali 15 Juni 2026, Baik Menanam Sirih
ilustrasi sirih cina (pixabay.com/anurajrv)
Intinya Sih
  • Pada 15 Juni 2026, menurut perhitungan Hindu Bali, kala gumarang dianggap hari baik untuk menanam sirih dan tembakau, namun tidak disarankan membuat bibit.
  • Beberapa kala seperti isinan dan jangkut dinilai baik untuk kegiatan belajar serta membuat alat atau gudang, sedangkan kala sor dan mereng tidak baik untuk pekerjaan pertanian.
  • Hari seperti salah wadi dan naga naut disebut tidak baik melaksanakan upacara Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya, termasuk kegiatan penting lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Selamat pagi semuanya, bagaimana kabar kalian hari ini? Menyambut Senin, 15 Juni 2026 ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu. Kala gumarang turun adalah hari baik untuk menanam sirih dan tembakau. Namun tidak baik untuk pembuatan bibit. 

Dadig krana adalah hari baik untuk menanam tebu dan mentimun. Namun tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan atau rapat, dan bersenggama. Bagaimana dengan hari baik lainnya? Baca lebih lengkap di bawah ini.

1. Baik untuk mulai belajar

Ilustrasi Belajar Online (IDN Times/Sunariyah)
Ilustrasi Belajar Online (IDN Times/Sunariyah)

Kala isinan adalah hari baik untuk mulai belajar, membuat almari, membuat gudang atau tempat barang-barang. Geheng manyinget artinya tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan. 

Kala jangkut merupakan hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata. Kala mereng adalah hari yang tidak baik untuk bercocok tanam.

2. Tidak baik membajak sawah

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Kala susulan adalah hari baik untuk membuat tepis, sabang, dan jaring. 

Kala tampak adalah hari yang tidak baik untuk dewasa nikah atau perkawinan. Macekan lanang adalah hari baik untuk membuat taji, tombak, keris, dan alat penangkap ikan. Namun, tidak baik untuk upacara yadnya.

3. Tidak baik melaksanakan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya

ilustrasi ngaben.jpg
Ilustrasi ngaben (IDN Times/Yuko Utami)

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melaksanakan Pitra Yadnya, yakni penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya. 

Naga naut merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa ayu. Uncal balung adalah hari yang tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Tresna.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Bali

See More