Terinspirasi Rerejangan dan Ritual Bali, Pawai PKB-46 Terasa Magis

- Pawai PKB ke-46 dibuka Kabupaten Jembrana dengan garapan seni lokal seperti Tradisi Makepung dan Tari Cempaka Putih, diiringi gamelan Jegog yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
- Karangasem menampilkan Tari Kreasi Rerejangan beriringan Gamelan Selonding, sementara Buleleng menghadirkan tari kolosal Sang Jaratkaru yang terinspirasi dari uparengga.
- Bangli dan Klungkung turut memeriahkan pawai dengan tarian bertema elemen air serta kreasi yang mengangkat tradisi Paksebali dan Kamasan, lengkap dengan arak-arakan bade simbol perjalanan spiritual.
Denpasar, IDN Times - Bumi Makepung, Kabupaten Jembrana membuka peed aya dengan instrumen khas lokal dengan tiga garapan seni, dua di antaranya adalah Tradisi Makepung dan Tari Cempaka Putih.
Gamelan dengan nuansa alat musik tradisional Jegog mengiringi Tari Cempaka Putih sebagai bunga ikonnya Kabupaten Jembrana.
Sebagian besar garapan mengacu pada tema besar Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46, Atma Kerthi, Jiwa Sidha Parisudha bermakna Memuliakan Jiwa Paripurna. Berikut ulasan penampilan selengkapnya.
1. Karangasem hadir dengan kreasi rerejangan

Kabupaten Karangasem membawakan sejumlah garapan seni. Tari Kreasi Rerejangan yang terinspirasi dari berbagai tari rejang di Karangasem menggunakan iringan Gamelan Selonding. Gamelan ini ada representasi instrumen sakral yang eksis di Bali Timur.
Sementara itu, penampil pawai ketiga berasal dari Kabupaten Buleleng. Sisi utara Pulau Bali ini membawakan persembahan tari yang terinspirasi dari uparengga. Sebagai garapan pamungkas, Buleleng hadir dengan tari kolosal bertajuk Sang Jaratkaru.
2. Bangli menghadirkan rerejangan berelemen air

Penampil keempat adalah Kabupaten Bangli, bernapaskan elemen air pancaka tirta. Mereka juga membawakan Tari Ngelawang.
Tari Baris Tumbak juga dipentaskan oleh seniman Kabupaten Bangli. Sesuai namanya, penari membawa tombak panjang dengan nuansa putih.
Tari rerejangan yang bertemakan Atma Kerthi juga hadir dalam pawai. Tari rerejangan yang khusus dibawakan penari laki-laki sebagai simbol rwa bhinneda yakni Tari Rerejangan Sambawa.
3. Klungkung unggulkan tradisi khas Paksebali dan Kamasan

Kabupaten Klungkung menghadirkan garapan yang terinspirasi dari keunikan kawasan Paksebali dan Kamasan. Kawasan tersebut terkenal sebagai pengrajin Wayang Kamasan. Konsep wayang ini tertuang dalam perangkat uparengga atau upacara tari kreasi dari Klungkung.
Mereka juga membawakan tari kreasi dengan penari perempuan yang seluruh kulitnya dicat warna hitam. Terdapat juga arak-arakan bade, tempat jenazah untuk upacara ngaben, sebagai wujud perjalanan ke sunia loka.

















