Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir di Buleleng, Tim SAR Masih Cari 3 Warga yang Hilang
Basarnas Denpasar melakukan pencarian korban banjir di Buleleng(Dok.IDN Times/istimewa)
  • Banjir bandang melanda Dusun Santal dan Ambengan, Desa Banjar, Buleleng akibat hujan deras pada Jumat sore, menyebabkan kerusakan parah di sekitar aliran Sungai Mendaum.
  • Tiga warga Dusun Ambengan, yakni Komang Suci dan dua anaknya, masih dinyatakan hilang setelah rumah mereka diterjang luapan sungai; tim SAR terus melakukan pencarian hingga Sabtu pagi.
  • Satu korban bernama Dewa Ketut Adi Suarjana ditemukan meninggal dunia setelah terseret banjir saat mencoba menyelamatkan mobilnya; jenazah dievakuasi ke RSU Pratama Tanguwisia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buleleng, IDN Times - Cuaca ekstrim dengan hujan deras yang terjadi di Kabupaten Buleleng mengakibatkan banjir bandang pada Jumat (6/3/2026) sore. Bencana alam menyapu sekitar Dusun Santal dan Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Hingga Sabtu pagi (7/3/2026), tim Basarnas masih mencari 3 warga yang hilang.

Tiga orang korban hilang itu merupakan warga Dusun Ambengan, Desa Banjar. Mereka dinyatakan hilang, setelah rumah korban dilaporkan jebol diterjang luapan dari Sungai Mendaum. Identitas ketiga korban yakni bernama Komang Suci (44) beserta dua anaknya Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). Pencarian korban hingga hari ini Sabtu, 7 Maret 2026 masih terus dilanjutkan bersama Tim SAR Gabungan lainnya.

"Pencarian kemarin malam terkendala kondisi gelap, jarak pandang terbatas sehingga tidak efektif," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, banjir bandang itu baru dilaporkan oleh Camat Banjar ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Jumat, pukul 22.10 Wita. Informasinya saat itu adalah sungai meluap hingga mendatangkan banjir bandang.

"Empat orang warga menjadi korban, di mana 1 orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh warga setempat," terangnya.

Usai menerima laporan tersebut, Basarnas memberangkatkan 7 personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi. Setibanya di lokasi langsung berkoordinasi bersama camat dan unsur SAR lainnya.

Satu orang korban ditemukan meninggal dunia bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal. Berdasarkan keterangan saksi saat kejadian kepada Basarnas bahwa korban berupaya menyelamatkan mobilnya, namun saat baru masuk ke mobil tiba-tiba diterjang banjir bandang. Korban saat kejadian sempat keluar dari mobilnya dan meraih pohon kopi, namun kemudian dihantam kembali oleh pohon besar yang terikut banjir.

"Jenazahnya baru ditemukan sekitar pukul 23.00 Wita setelah ketinggian air mulai surut dan selanjutnya dibawa ke RSU Pratama Tanguwisia," terangnya.

Editorial Team