Denpasar, IDN Times - Pembangunan rendah karbon menuju Emisi Nol Bersih 2045 dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Bali. Engagement Specialist Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Wayan Robi, mengatakan hasil studi menunjukkan kebutuhan investasi mencapai lebih dari Rp500 triliun dan berpotensi menciptakan sekitar 3 juta lapangan kerja hijau.
Menurut Robi, pembangunan rendah karbon juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bali rata-rata sekitar 7 persen hingga 2045.
Temuan tersebut dibahas dalam Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah (RPRKD) Provinsi Bali pada Senin (22/6/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari finalisasi pembaruan dokumen RPRKD Provinsi Bali yang menjadi panduan pembangunan rendah karbon daerah hingga 2045.
"Karena itu, pembangunan rendah karbon perlu dipahami sebagai misi bersama untuk mewujudkan masa depan Bali yang lebih berkelanjutan", ujarnya.
