Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WNA Belgia Meninggal Mendadak di Vila Nusa Penida
Olah TKP di lokasi meninggalnya wisatawan Belgia di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Polsek Nusa Penida)
  • Seorang WNA asal Belgia berinisial AMJ ditemukan meninggal di vila kawasan Nusa Penida, setelah sempat mendapatkan pertolongan medis pada Selasa pagi.

  • Sebelum kejadian, AMJ sempat sarapan bersama suaminya dan kemudian ditemukan tak sadarkan diri di kamar sebelum dibawa ke klinik namun dinyatakan meninggal dunia.

  • Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, sementara keluarga menolak autopsi dan jenazah akan dibawa ke RSUP Sanglah untuk penanganan lanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
16 Juni 2026

Seorang WNA asal Belgia bernama AMJ ditemukan meninggal dunia di vila kawasan Desa Ped, Nusa Penida. Polisi menerima laporan dari pihak vila dan segera melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan saksi.

pukul 08.00 WITA

AMJ sarapan bersama suaminya di area kolam renang vila dalam kondisi sehat sebelum kembali ke kamar.

pukul 09.00 WITA

Suami korban mendengar suara samar dari istrinya dan menemukan AMJ tergeletak tak sadarkan diri di lantai kamar.

kini

Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, sementara keluarga menolak autopsi. Jenazah akan diseberangkan ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang warga negara Belgia ditemukan meninggal dunia secara mendadak di sebuah vila kawasan Desa Ped, Nusa Penida, setelah sempat mendapatkan pertolongan medis namun nyawanya tidak tertolong.
  • Who?
    Korban adalah perempuan berinisial AMJ berusia 57 tahun asal Belgia. Ia berada di vila bersama suaminya, Nico. Polisi dan tenaga medis turut menangani kejadian ini.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di sebuah vila di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Jenazah kemudian direncanakan dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah).
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, setelah korban sarapan bersama suaminya dan kemudian ditemukan tak sadarkan diri di kamar vila.
  • Why?
    Penyebab pasti kematian belum diketahui karena keluarga menolak dilakukan autopsi. Pemeriksaan awal polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban.
  • How?
    Korban sempat diberi napas buatan oleh staf vila sebelum dibawa ke Klinik Nusa Medica. Setelah pemeriksaan medis oleh dokter Jessica, korban dinyatakan meninggal dunia di klinik tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada ibu dari Belgia namanya AMJ. Dia sedang liburan di vila Nusa Penida sama suaminya, Nico. Pagi itu mereka makan sarapan bareng, lalu balik ke kamar. Tapi tiba-tiba ibu AMJ jatuh dan tidak sadar. Suaminya minta tolong orang vila dan dokter datang, tapi ibu itu meninggal. Polisi datang periksa, tidak ada luka, dan sekarang jenazahnya dibawa ke rumah sakit besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun peristiwa ini tragis, penanganannya menunjukkan respons cepat dan kepedulian dari berbagai pihak. Staf vila segera memberikan pertolongan pertama dan menghubungi ambulans, sementara kepolisian bertindak profesional dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh tanpa menemukan tanda kekerasan. Proses ini mencerminkan koordinasi yang baik serta penghormatan terhadap keputusan keluarga korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times Bali Seorang warga negara asing (WNA) asal Belgia ditemukan meninggal dunia di sebuah vila kawasan Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Selasa (16/6/2026).

Perempuan berinisial AMJ (57), meninggal setelah sempat mendapatkan pertolongan medis. Kejadian tersebut diketahui setelah pihak vila melaporkan kondisi korban kepada Polsek Nusa Penida.

"Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi," ujar Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya.

1. Sempat sarapan bersama suami sebelum ditemukan tak sadarkan diri

Olah TKP di lokasi meninggalnya wisatawan Belgia di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Polsek Nusa Penida)

Berdasarkan keterangan suami korban, Nico, kondisi AMJ sebelum kejadian masih terlihat normal. Sekitar pukul 08.00 WITA, korban bersama suaminya sempat sarapan di area kolam renang vila.

Usai sarapan, keduanya kembali ke kamar untuk bersiap melanjutkan aktivitas selama berada di Nusa Penida. Namun sekitar pukul 09.00 WITA, saat Nico berada di kamar mandi, ia mendengar suara istrinya yang terdengar samar. Ketika keluar, ia mendapati AMJ sudah tergeletak di lantai kamar dalam kondisi tidak sadarkan diri.

2. Sempat diberikan pertolongan, nyawa korban tidak tertolong

Olah TKP di lokasi meninggalnya wisatawan Belgia di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Polsek Nusa Penida)

Melihat kondisi istrinya, Nico meminta bantuan staf vila. Sejumlah saksi bersama staf sempat melakukan upaya pertolongan pertama dengan memberikan nafas buatan sambil menghubungi layanan ambulans.

Korban akhirnya dievakuasi ke Klinik Nusa Medica untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, AMJ dinyatakan meninggal dunia.

3. Polisi tidak temukan tanda kekerasan, keluarga menolak autopsi

Olah TKP di lokasi meninggalnya wisatawan Belgia di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Polsek Nusa Penida)

Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak ditemukan luka luar, luka berat, maupun lebam yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sesuai prosedur dengan mengecek lokasi kejadian dan meminta keterangan para saksi.

“Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga dalam hal ini suami korban juga menyatakan menolak dilakukan autopsi,” ujar Kompol Kesuma Jaya.

Saat ini kepolisian masih melakukan proses administrasi dan koordinasi dengan pihak terkait. Jenazah korban rencananya akan diseberangkan ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) untuk penanganan lebih lanjut.

Editorial Team

Related Article