Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tabanan Menghidupkan Kembali Sekaa Manyi di Subak

Kelompok Sekaa Manyi di Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)
Kelompok Sekaa Manyi di Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Tabanan, IDN Times - Keberadaan Sekaa Manyi di Kabupaten Tabanan sudah mulai meredup. Padahal Sekaa Manyi berperan penting sebagai tenaga pemanen di subak. Selama ini, tenaga pemanen tergantung dari luar Bali seperti Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Setiap memasuki hari besar keagamaan muslim, tenaga pemanen ini sulit didapatkan. Untuk mengatasi kurangnya tenaga pemanen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan berencana menghidupkan kembali Sekaa Manyi di setiap subak yang ada di Tabanan.

Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia, mengatakan ada dua subak yang menjadi pilot project pemulihan Sekaa Manyi, yaitu Subak Aseman IV di Selemadeg Timur dan Subak Bebali di Selemadeg.

"Nanti anggota subaknya kita berdayakan sebagai tenaga pemanen. Mereka akan dibekali dengan power thresher atau mesin perontok padi," ujarnya, Jumat (30/1/2026).

1. Setiap subak akan didorong memiliki Sekaa Manyi resmi

Sekaa Manyi di Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)
Sekaa Manyi di Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Subagia mengatakan, dulu Sekaa Manyi di Tabanan cukup banyak. Namun dalam tiga tahun terakhir tidak terlihat lembaga resminya.

"Karena itu kita hendak membina lembaga resminya dan bisa di-publish. Selama ini ada, cuma parsial. Misalnya di Kecamatan Marga ada pemilik pabrik penggiling padi yang punya tenaga panen. Nantinya, pada program ini setiap subak akan didorong punya Sekaa Manyi khusus untuk panen internal mereka," jelas Subagia, Jumat (30/1/2026).

Dua subak yang menjadi pilot project membangkitkan Sekaa Manyi ini diharapkan bisa mengubah pola pikir petani di Tabanan yang sangat tergantung pada tenaga pemanen dari luar.

"Kita ubah dulu mindset-nya. Jadi kita kembangkan di dua subak dulu," katanya.

2. Tidak ada regenerasi Sekaa Manyi

ilustrasi sawah
Foto hanya ilustrasi (IDN Times/Irma Yudistirani)

Satu subak di Tabanan yang masih memiliki Sekaa Manyi adalah Subak Lanyah Bajera III di Selemadeg. Menurut Ketua Gapoktan Subak Lanyah Bajera III, I Ketut Sunada, anggota Sekaa Manyi tersebar di setiap banjar Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg.

"Untuk banjar saya di Banjar Dinas Bebali Kelod ada empat kelompok, yang anggotanya enam orang per kelompok," ujarnya.

Ia mengaku keberadaan Sekaa Manyi penting dalam pemenuhan tenaga panen, terutama ketika tenaga pemanen luar mudik untuk merayakan hari raya keagamaan. Saat ini belum ada generasi muda yang mau menjadi Sekaa Manyi. Seperti di kelompoknya Sunada, rata-rata berusia di atas 40 tahun. Tidak ada regenerasi yang mau melanjutkan, membuat produktivitas Sekaa Manyi di kelompoknya juga menurun.

"Pekerjaan menjadi lebih lama. Misalkan untuk mengangkut satu karung gabah saja dulu bisa sekali jalan. Tetapi sekarang hanya bisa setengah karung," papar Sunada.

3. Petani mengharapkan power thresher ukuran kecil

Subak di Jatiluwih (IDN Times/Ayu Afria)
Subak di Jatiluwih (IDN Times/Ayu Afria)

Sunada mendukung usaha untuk membangkitkan kembali Sekaa Manyi. Ia bersama kelompoknya juga berharap ada bantuan power thresher ukuran kecil atau yang bahan bakarnya Pertalite. Alasannya, kondisi geografis sawah di Tabanan lebih banyak terasering. Selain itu, rata-rata anggota Sekaa Manyi adalah perempuan.

"Kalau yang kecil selain lebih cocok di lahan terasering, juga lebih ringan dan gampang dipindahkan maupun dihidupkan. Sebab, rata-rata tenaga Sekaa Manyi itu perempuan," kata Sunada.

Menurut Sunada, tenaga Sekaa Manyi di kelompoknya tidak hanya memanen padi di Subak Lanyah Bajera III, tetapi juga kerap diminta memanen padi di subak lain terutama saat tenaga panen dari luar Bali sulit didapatkan. Biasanya akan ada ongkos sebagai tanda terima kasih dari pemilih lahan.

Upahnya berbeda-beda. Kalau dekat dengan jalan raya mendapat upah Rp90 ribu per kuintal. Kalau jauh dari jalan raya bisa sampai Rp100 ribu per kuintal. Pembayarannya diberikan ke kelompok yang nanti dibagi per anggota. Sunada juga berharap jalan subak diperbaiki.

"Kalau jalannya bagus, kami tenaga pemanen tentu lebih gampang memobilisasi mesin perontok padi dan memindahkan hasil panennya ke jalan raya utama untuk diangkut," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Profil Komang Dyah Setuti, Pengganti Ray Yusha di Komisi III DPRD Bali

30 Jan 2026, 14:37 WIBNews