Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nasib Pariwisata di Bali Bergantung pada Citra Pengalaman Wisatawan

Kemenpar
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati (IDN Times/Ayu Afria)

Badung, IDN Times - Wakil Menteri Kementerian Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati alias Ni Luh Puspa, tampak anggun memakai Endek Bali saat menghadiri kegiatan Bali Ocean Day di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, pada Jumat (30/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh Puspa mengungkapkan, pariwisata sangat bergantung pada citra. Citra sendiri dibangun dengan trust atau kepercayaan. Trust ini terbentuk dari pengalaman wisatawan saat berwisata. Namun satu tantangan sektor pariwisata saat ini adalah masalah sampah, sehingga kebersihan menjadi program prioritas.

"Nah, ini kan tidak bisa diselesaikan sendiri. Ini lintas kementerian. Kalau by the law ini kan ada di pemda (pemerintah daerah), kami terus berkoordinasi dengan Pemda dan Kementerian Lingkungan Hidup," ungkapnya.

1. Isu sampah menjadi permasalahan menahun bagi pariwisata Bali

Pantai Kuta
Pantai Kuta 31 Desember 2025 (IDN Times/Ayu Afria)

Satu fenomena sampah kerap sekali terlihat di Pantai Kuta, dan berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. Penanganan sampah laut ini, menurut Ni Luh Puspa memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak. Pemerintah Pusat juga mengagendakan ground breaking waste energy di tiga daerah, termasuk Bali. Kesempatan tersebut diharapkan menjadi jawaban dalam mengatasi persoalan sampah di daerah wisata.

Sementara itu Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, (Purn) Didit Herdiawan, mengatakan, satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pembersihan sampah laut dan di pantai dengan mengandeng sejumlah pihak termasuk nelayan. Kegiatan ini dilakukan berkesinambungan dan berkolaborasi dengan pihak lainnya. Langkah selanjutnya dengan penanaman Mangrove untuk me-reduce karbondioksida dan mendapatkan oksigen. Diharapkan konservasi Mangrove ini terus meningkat ke depannya.

"Kami sudah punya kebijakan (untuk sampah)" ungkap Didit.

2. Nasib Blue Tourism di Bali di tangan guide, diminta edukasi pengunjung

Pantai Kuta
Pantai Kuta 31 Desember 2025 (IDN Times/Ayu Afria)

Ni Luh Puspa mengatakan, sektor pariwisata blue tourism tidak hanya mencari pengunjung saja, tetapi juga melestarikan laut itu sendiri. Untuk melestarikan alam laut, pihaknya mewanti-wanti guide agar memberikan edukasi terhadap pengunjung yang melakukan aktivitas snorkeling dan diving agar turut serta menjaga kesehatan terumbu karang dan tidak merusaknya.

"Di kementerian pariwisata kita lakukan edukasi, kami berikan sertifikasi dan up-skilling pada teman-teman tour guide diving," ungkapnya.

3. Ancaman Virus Nipah belum berdampak pada pembatalan kunjungan

Bandara bali
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Dok.IDN Times/istimewa)

Ni Luh Puspa mengatakan, terkait dengan Virus Nipah, Kementerian Pariwisata telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Apabila telah ada peringatan dari Kemenkes, maka pihak Kemenpar akan mengambil langkah-langkah tertentu.

"Itu dari kemenkes sudah mengambil langkah-langkah ya, pemeriksaan suhu dan sebagainya. Itu ranahnya di Kemenkes," terangnya.

Sementara itu Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana, mengatakan situasi pariwisata saat ini masih normal. Hingga hari ini tidak ada pembatalan kunjungan yang dilaporkan, akibat calon wisatawan sakit secara berkelompok. Pun, kunjungan wisatawan dari India juga tetap stabil, meski secara umum kunjungan wisatawan ke Bali mengalami penurunan sedikit, terutama turis domestik karena alasan cuaca.

"Belum, belum ada. Itu baru di media aja. Belum ada real cancelation dari agen kita," terangnya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Profil Komang Dyah Setuti, Pengganti Ray Yusha di Komisi III DPRD Bali

30 Jan 2026, 14:37 WIBNews