Skema Bongkar Muat Berubah, Truk Logistik Blokade Pelabuhan Gilimanuk

Jembrana, IDN Times - Aktivitas di Dermaga 1 Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, sempat tersendat Senin pagi, 30 Maret 2026. Sekitar pukul 08.30 Wita, proses bongkar muat kapal terhenti akibat adanya dinamika operasional di lapangan.
Kondisi ini dipicu oleh penyesuaian pola sandar kapal yang membuat waktu tunggu para pengguna jasa, terutama sopir truk logistik, menjadi lebih lama dari biasanya.
Sopir truk kemudian melakukan protes dengan memarkir kendaraan posisi melintang di kawasan depan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk. Namun, pihak otoritas memastikan situasi kini sudah mulai kondusif.
1. Perubahan pola operasional picu waktu tunggu lebih lama

Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang, menjelaskan bahwa sempat terjadi hambatan dalam proses bongkar muat. Hal ini merupakan dampak dari penerapan skema operasional baru untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan secara makro.
"Dalam skema tersebut, beberapa kapal menjalankan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mendukung distribusi armada yang lebih merata," ujar Bintang dalam keterangan resminya.
Penerapan pola TBB ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan armada di satu titik, meski konsekuensinya berdampak pada durasi tunggu pengguna jasa di periode tertentu.
2. ASDP apresiasi kesabaran para sopir dan pengguna jasa

Menanggapi keluhan terkait lamanya antrean, pihak ASDP menyatakan empati atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat di lapangan. Bintang menekankan bahwa koordinasi terus dilakukan agar pelayanan kembali normal secepat mungkin.
"ASDP memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, khususnya terkait waktu tunggu yang lebih panjang dari biasanya. Kami menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan pengertian masyarakat," tambahnya.
Langkah mitigasi juga telah diambil dengan memperkuat penyampaian informasi di lapangan agar para sopir truk dan pengendara lainnya mendapatkan kepastian mengenai jadwal keberangkatan.
3. Kondisi pelabuhan mulai kembali terkendali

Senin siang, situasi di Pelabuhan Gilimanuk berangsur normal. ASDP bersama Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) terus melakukan evaluasi terhadap pola operasional tersebut guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa puncak arus penyeberangan.
"Satu jam setelah itu (aksi) mereka diseberangkan ke Ketapang," pungkasnya.


















