Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Biaya Layanan BPJS Kesehatan di Bali Timur Rp1,2T, Ginjal Dominasi

Biaya Layanan BPJS Kesehatan di Bali Timur Rp1,2T, Ginjal Dominasi
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna (Dok. IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BPJS Kesehatan Bali Timur menggelontorkan Rp1,2 triliun untuk layanan kesehatan di empat kabupaten, dengan terapi cuci darah menjadi penyumbang biaya terbesar akibat meningkatnya kasus gagal ginjal.
  • Tingginya pembiayaan penyakit kronis seperti gagal ginjal, jantung, dan pneumonia mendorong pentingnya penerapan pola hidup sehat guna menekan beban layanan kesehatan.
  • Sebanyak 2.963 peserta PBI JK di Klungkung sempat dinonaktifkan akibat pemutakhiran data, namun 1.165 di antaranya telah aktif kembali melalui proses reaktivasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Klungkung, IDN Times BaliBPJS Kesehatan mencatat lonjakan pembiayaan layanan kesehatan di wilayah Bali Timur sepanjang 2025.

Total dana yang digelontorkan mencapai Rp1,2 triliun untuk menjamin layanan kesehatan masyarakat di empat kabupaten, yakni Klungkung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna, menyebut angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan, terutama untuk penyakit kronis.

Dari berbagai jenis layanan, terapi cuci darah (hemodialisis) menjadi penyumbang pembiayaan paling besar.

“Dalam setahun, biaya yang kami keluarkan memang sangat besar, mencapai 1,2 triliun. Ini untuk menjamin layanan kesehatan peserta di empat kabupaten,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Namun, besarnya pengeluaran tersebut belum sebanding dengan pemasukan iuran peserta yang hanya sekitar Rp634 miliar.

Meski demikian, BPJS Kesehatan menegaskan skema ini bukan berorientasi bisnis, melainkan sistem jaminan sosial berbasis gotong royong.

1. Penyakit gagal ginjal pada usia kronis menjadi tantangan BPJS Kesehatan

Ilustrasi cuci darah. (freepik.com/Macrovector)
Ilustrasi cuci darah. (freepik.com/Macrovector)

Menurut Catur, tingginya biaya hemodialisis dipengaruhi oleh kebutuhan terapi rutin yang harus dijalani pasien gagal ginjal seumur hidup.

Dalam sepekan, pasien umumnya menjalani dua kali cuci darah, dengan biaya sekitar Rp800 ribu per tindakan.

Fenomena meningkatnya kasus gagal ginjal, termasuk pada usia produktif, turut menjadi tantangan tersendiri.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pembiayaan, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas pasien.

2. Pentingnya pola hidup sehat untuk cegah penyakit kronis

ilustrasi ginjal manusia. (unsplash.com/julien Tromeur)
ilustrasi ginjal manusia. (unsplash.com/julien Tromeur)

Selain cuci darah, penyakit jantung dan pneumonia juga masuk dalam kategori layanan dengan pembiayaan tinggi sepanjang tahun lalu.

Catur menikai, pola hidup sehat untuk pencegahan penyakit kronis sangat penting untuk dijadikan kebiasaan.

“Upaya pencegahan sangat penting. Karena kalau angka gagal ginjal atau penyakit kronis lainnya bisa ditekan, tentu beban pembiayaan juga bisa berkurang,” jelasnya.

3. Ribuan peserta sempat nonaktif, sebagian sudah direaktivasi

Ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Rahmat Arief)
Ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Rahmat Arief)

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk rutin mengecek status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini menyusul adanya pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial yang berdampak pada penonaktifan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Di Kabupaten Klungkung, tercatat sebanyak 2.963 peserta PBI JK sempat dinonaktifkan. Namun, hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 1.165 peserta di antaranya telah kembali aktif melalui proses reaktivasi maupun pengalihan segmen kepesertaan.

BPJS Kesehatan pun mendorong masyarakat agar aktif memastikan status kepesertaannya tetap aktif, demi kelancaran akses layanan kesehatan saat dibutuhkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Bali

See More