Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Ada Kasus Hantavirus, Dinkes Tabanan Intensifkan Hidup Bersih

Tak Ada Kasus Hantavirus, Dinkes Tabanan Intensifkan Hidup Bersih
Tikus merupakan pembawa utama (vektor) penyebaran Hantavirus melalui kotoran dan urinenya. (pexels.com/Alexas_Fotos)
Intinya Sih
  • Dinas Kesehatan Tabanan menegaskan belum ada kasus hantavirus, namun tetap menggencarkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk mencegah penularan penyakit dari tikus.
  • Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala flu disertai kondisi tubuh menurun agar bisa dideteksi sejak dini.
  • RSUD Tabanan menyiapkan prosedur khusus bagi pasien suspect hantavirus tanpa ruang isolasi seperti COVID-19, dengan pemisahan perawatan guna mencegah potensi kontaminasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tabanan, IDNTimes-Kasus hantavirus hingga saat ini belum ditemukan di Kabupaten Tabanan. Namun pihak Dinas Kesehatan Tabanan tetap melakukan antisipasi.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Ida Bagus Surya Wira Andi mengatakan, edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus digencarkan sebagai langkah utama pencegahan berbagai penyakit akibat virus. Meski belum ditemukan, penyakit yang ditularkan melalui tikus ini tetap perlu diwaspadai agar tidak memicu penyebaran di masyarakat.

1. Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan

ilustrasi hewan pengerat penyebab hantavirus
ilustrasi hewan pengerat penyebab hantavirus (unsplash.com/Svetozar Cenisev)

Bagus Surya melanjutkan, untuk mencegah infeksi hantavirus, diperlukan kebersihan lingkungan terutama mengendalikan keberadaan tikus di sekitar rumah, menjadi bagian penting dalam mencegah penularan hantavirus.

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu yang disertai kondisi tubuh menurun, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sedini mungkin. "Sejauh ini belum ada laporan kasus virus itu di Tabanan. Mudah mudahan tidak ada," katanya, Selasa (12/5/2026).

1. Pasien dengan gejala flu perlu deteksi lebih lanjut

ilustrasi penyebaran hantavirus
ilustrasi penyebaran hantavirus (commons.wikimedia.org/Manu5)

Direktur Utama RSUD Tabanan, dr I Gede Sudiarta menjelaskan, penanganan awal pasien suspect hantavirus berbeda dengan pola penanganan pasien COVID-19. Pasien yang datang dengan gejala awal seperti flu akan menjalani pendeteksian terlebih dahulu. “Investigasi langsung tidak seperti pasien COVID, karena gejala awal hantavirus ini seperti pasien flu biasa,” ujarnya.

Menurutnya, apabila di Instalasi Gawat Darurat (IGD) ditemukan pasien yang dicurigai terpapar hantavirus, pasien akan ditempatkan sementara di ruang kaca guna mencegah potensi kontaminasi. Setelah itu petugas medis menjalankan standar operasional prosedur (SOP) penanganan lanjutan.

3. Pasien hantavirus tidak memerlukan ruangan isolasi khusus seperti pasien COVID-19

ilustrasi gejala hantavirus
ilustrasi gejala hantavirus (unsplash.com/Getty Images)

Sudiartha melanjutkan, apabila pasien harus menjalani isolasi, akan dirawat di ruang tersendiri. Namun penanganannya tidak dibuat khusus seperti ruang isolasi COVID-19. “Perawatan pasien hantavirus tetap dipisahkan dan tidak digabung dengan pasien lain. Tapi tidak khusus seperti ruangan isolasi COVID-19,” jelasnya.

Ia melanjutkan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di RSUD Tabanan. "Semoga tidak ada kasusnya di Tabanan," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Bali

See More