Rencana Jembatan Permanen Lembongan-Ceningan 2026, Anggaran Rp132 M

- Pemerintah berencana membangun jembatan permanen Lembongan-Ceningan tahun 2026 dengan anggaran Rp132 miliar dari pusat, menggantikan Jembatan Kuning yang hanya bisa dilalui motor dan pejalan kaki.
- Jembatan sepanjang 190 meter dan lebar 9 meter ini dirancang agar mobil bisa melintas, sekaligus mendukung pengembangan wisata serta konektivitas Pelabuhan Bias Munjul di kawasan Nusa Penida.
- Selain infrastruktur, Pemkab Klungkung menyiapkan konsep Nusa Lembongan sebagai pulau hijau dengan target seluruh kendaraan listrik pada 2030 melalui peraturan daerah dan masterplan provinsi.
Klungkung, IDN Times - Pemerintah berencana membangun jembatan permanen yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan pada 2026. Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp132 miliar dan direncanakan dibiayai melalui APBN.
Jembatan tersebut selain untuk memperlancar konektivitas antarwilayah kepulauan di Kecamatan Nusa Penida, juga untuk menunjang keberadaan Pelabuhan Bais Munjul yang telah rampung sejak 2023 silam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, mengatakan usulan pembangunan jembatan permanen Lembongan-Ceningan saat ini masih dalam tahap proses pengajuan melalui aplikasi SiTIA dalam program Instruksi Presiden (Inpres).
“Untuk Jembatan Nusa Lembongan-Nusa Ceningan masih tahap pengusulan lewat aplikasi SiTIA melalui Program Instruksi Presiden yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2026,” ujar Jati Laksana, Minggu (21/6/2026).
1. Jembatan sepanjang 190 meter, bisa dilewati mobil

Berbeda dengan Jembatan Kuning yang saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, jembatan permanen yang baru nantinya dirancang lebih besar.
Rencananya, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 190 meter dengan lebar sembilan meter. Dengan ukuran itu, kendaraan roda empat diproyeksikan bisa melintas menuju Nusa Ceningan.
“Mudah-mudahan sesuai rencana dan tidak ada perubahan lagi,” kata Jati Laksana.
2. Dukung pengembangan wisata Lembongan-Ceningan

Pembangunan jembatan permanen ini tidak hanya untuk kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan kawasan wisata Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.
Desain jembatan disebut telah disiapkan oleh Pemprov Bali untuk mendukung keberadaan Pelabuhan Bias Munjul yang telah selesai dibangun pada 2023.
Sementara itu, Jembatan Kuning yang selama ini menjadi ikon penghubung dua pulau tersebut tetap akan dipertahankan. Ke depan, jembatan tersebut direncanakan menjadi salah satu daya tarik wisata kawasan Lembongan-Ceningan.
3. Nusa Lembongan diarahkan menjadi pulau hijau

Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Klungkung juga menyiapkan konsep pengembangan Nusa Lembongan sebagai kawasan green island atau pulau hijau.
Bupati Klungkung Made Satria mengatakan, salah satu targetnya adalah mendorong penggunaan kendaraan listrik di kawasan tersebut.
“Targetnya nanti Nusa Lembongan semua kendaraan listrik. Tahun 2030 ditargetkan motor listrik, nanti akan dibuatkan perda. Provinsi juga sedang membuat masterplan,” ungkap Made Satria.


















