Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pohon Natal di GKPB Singaraja dari Botol Plastik Bekas

Pohon Natal di GKPB Singaraja dari Botol Plastik Bekas
Pohon natal berbahan baku botol plastik bekas di GKPB Singaraja. (Dok.GKPB Singaraja)

Singaraja, IDN Times - Perayaan Natal erat dengan pohon cemara maupun pinus. Namun, pemandangan berbeda ada di Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB) yang beralamat di Jalan Gatot Kaca Nomor 9, Singaraja, Kabupaten Buleleng. Pengurus dan jemaat GKPB ini bahu membahu merangkai botol plastik bekas menjadi pohon natal. Seperti apa sih inspirasi di baliknya? Yuk simak selengkapnya.

1. Dibuat dari 1000 botol plastik bekas

Pohon natal dan hiasannya dari botol plastik bekas. (Dok.GKPB Singaraja)
Pohon natal dan hiasannya dari botol plastik bekas. (Dok.GKPB Singaraja)

Pendeta Viyata Margareta Yuliana Bolla bercerita ada sekitar 1000 botol plastik bekas air mineral untuk menyusun pohon natal di GKPB. Ide ini inisiatif dari para panitia perayaan Natal.

“Ide pure (murni) dari panitia dan hasil pembicaraan kami, bahwa baik juga kalau kita pakai bahan daur ulang. Lagi go green juga daripada pengeluaran ke yang lain, lebih baik pakai barang-barang yang ada. Salah satunya botol bekas,” ujar Pendeta Viyata saat diwawancarai, Rabu (25/12/2024).

2. Botol dikumpulkan dari para jemaat

Hiasan dari botol plastik bekas di Gereja Kristen Protestan Bali, Singaraja. (Dok.GKPB Singaraja)
Hiasan dari botol plastik bekas di Gereja Kristen Protestan Bali, Singaraja. (Dok.GKPB Singaraja)

Bahan baku pohon natal setinggi lebih dari tiga meter itu didapat dari para jemaat gereja. Sekitar 200 orang jemaat rutin mengumpulkan botol plastik bekas. Viyata menjelaskan, GKPB Singaraja rutin membuat pohon natal dari bahan daur ulang dan alam. Setelah perayaan Natal berakhir, botol-botol plastik itu akan dibawa ke pengepul barang bekas dan penghasilannya untuk menyokong pendanaan gereja.

3. Ibadah dan perayaan Natal telah berlangsung sejak 22 Desember 2024

Hiasan di GKPB Singaraja dari botol plastik bekas. (Dok. Istimewa/GKPB Singaraja)
Hiasan di GKPB Singaraja dari botol plastik bekas. (Dok. Istimewa/GKPB Singaraja)

Pelaksanaan ibadah dan perayaan natal di GKPB Singaraja berlangsung dengan damai. Viyata mengungkapkan, perayaan natal telah berlangsung sejak 22 Desember 2024. Adapun puncak ibadah berlangsung hari ini pada Rabu, 25 Desember 2024 dari pukul 09.00 hingga 10.30 Wita. Pada perayaan natal ini, Viyata yang telah delapan tahun menjadi pendeta ini berharap agar jemaat dapat menjaga kedamaian dan saling menghormati.

Share
Topics
Editorial Team
Ni Komang Yuko Utami
Irma Yudistirani
Ni Komang Yuko Utami
EditorNi Komang Yuko Utami
Follow Us

Latest News Bali

See More

Investor Asing di Bali Dideportasi, Sempat Buka Restoran Tapi Bangkrut

03 Apr 2026, 12:31 WIBNews