Sembilan Pemancing di Bali Diselamatkan dari Dua Insiden Laut

- Sembilan pemancing di dua lokasi Bali berhasil diselamatkan setelah mengalami kendala saat memancing pada malam hari, dengan seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat.
- Tiga pemancing di Denpasar terjebak di rumah apung karena kehilangan kontak pengemudi jukung, lalu menghubungi Call Center 110 dan dievakuasi menggunakan boat sekoci warga.
- Enam pemancing di Buleleng mengalami kecelakaan laut akibat perahu terbalik, namun Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi mereka dengan Rigid Inflatable Boat dari Pelabuhan Celukan Bawang.
Denpasar, IDN Times - Sembilan pemancing di dua lokasi selamat setelah mengalami kendala saat beraktivitas di perairan. Yakni tiga orang pemancing di Kota Denpasar berhasil dievakuasi setelah menelpon 110 pada Kamis dini hari, 4 Juni 2026. Berikutnya enam pemancing dilaporkan mengalami kecelakaan laut akibat perahunya terbalik di Perairan Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada Rabu malam, 3 Juni 2026. Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat dan berhasil dievakuasi, Kamis (4/6/2026) dini hari.
Tiga pemancing di Denpasar berhasil dievakuasi di perairan Serangan

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota (Kasi Humas Polresta) Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jay, mengatakan personel Satpolairud Polresta Denpasar menerima panggilan melalui Call Center 110 bahwa beberapa pemancing terjebak dalam rumah apung di Perairan Serangan, Kamis (4/6/2026) dini hari.
Personel Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar lalu bergerak mengevakuasi korban bernama Sielma Claudia Fortuna (26), warga Kabupaten Gianyar. Korban saat itu sedang memancing bersama dua rekannya di rumah apung tersebut.
"Mengingat kondisi perairan saat itu tidak memungkinkan menggunakan kapal patroli dan demi mempercepat waktu respons, petugas memanfaatkan boat sekoci milik warga setempat untuk melakukan penyelamatan," ungkapnya.
Korban kesulitan menghubungi pengemudi jukung yang mengantarnya

Sekitar pukul 00.30 Wita, korban bersama dua temannya berangkat ke rumah apung menggunakan jukung sewaan yang dikemudikan oleh saksi Rois Akhmadi. Saat sedang memancing, sekitar pukul 02.30 Wita, korban menggunakan cahaya lampu telepon genggam untuk melihat ikan di permukaan laut.
Namun akibat guncangan ombak, telepon genggam korban jatuh ke laut. Karena nomor kontak pengemudi jukung yang akan menjemput mereka tersimpan di perangkat tersebut, korban tidak dapat menghubungi pemilik jukung untuk kembali ke daratan.
"Dalam kondisi tersebut, korban kemudian menggunakan telepon genggam milik temannya untuk menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polresta Denpasar meminta bantuan," ungkapnya.
Enam pemancing di Buleleng berhasil diselamatkan

Peristiwa kecelakaan laut dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.49 Wita Rabu lalu, 3 Juli 2026. Para korban pergi melaut sekitar pukul 18.00 Wita untuk memancing. Mereka adalah Hamdan (50) asal Yeh Biu, Singaraja; Herry Noval Putra (28) asal Singaraja; Basirun (40) asal Candi Kuning; Amirul Umara (29) asal Singaraja; Haris Maulana (36) asal Singaraja; dan Amir Sarifudin (43) asal Singaraja.
Beberapa jam berlalu, perahu yang mereka gunakan terbalik. Seluruh penumpang terapung dan membutuhkan bantuan segera. Tim SAR Gabungan mengevakuasinya sekitar pukul 00.58 hingga 01.13 Wita dan langsung kembali ke Pelabuhan Celukan Bawang.
"Kami melaksanakan persiapan, melaksanakan pencarian target berangkat dari Celukan Bawang. Sebanyak 6 personel digerakkan menuju lokasi perahu terbalik dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 Buleleng," terang Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

















