Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wamendikdasmen Tinjau Kerusakan SDN 3 Sembung Gede Tabanan

Wamendikdasmen Tinjau Kerusakan SDN 3 Sembung Gede Tabanan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Fajar Riza Ul Haq (tiga dari kiri), meninjau SMPN 6 Tabanan, Kamis (4/6/2026) (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Intinya Sih
5W1H
  • Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau beberapa sekolah di Tabanan, termasuk SDN 3 Sembung Gede yang rusak berat dan kini masuk prioritas program revitalisasi nasional tahun 2026.
  • Pemerintah menargetkan revitalisasi 71 ribu sekolah pada 2026 dengan fokus pada sekolah rusak berat, terdampak bencana, dan wilayah 3T; total anggaran mencapai miliaran rupiah untuk tiap proyek.
  • Selain revitalisasi, Fajar juga memantau pelaksanaan program makanan bergizi gratis serta tunjangan profesi guru non-ASN guna memastikan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik di Tabanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tabanan, IDN Times - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamen Dikdasmen RI), Fajar Riza Ul Haq, meninjau dua sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tabanan, Kamis (4/6/2026). Dua SMP yang dikunjungi adalah SMP Muhammadiyah dan SMPN 6 Tabanan.

Tidak hanya itu, Fajar juga melihat kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sembung Gede di Kecamatan Kerambitan. Beberapa ruang kelas di sekolah ini rusak. Para siswa sampai harus belajar di ruang perpustakaan.

Setelah saya lihat kondisinya, SDN 3 Sembung Gede masuk menjadi prioritas untuk mendapatkan program revitalisasi sekolah karena masuk ke dalam kategori rusak berat," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

1. Sebanyak 71 ribu sekolah akan direvitalisasi pada 2026

IMG-20260604-WA0013.jpg
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Fajar Riza Ul-Haq meninjau SMPN 6 Tabanan, Kamis (4/6/2026)

Fajar menyebutkan, pemerintah menganggarkan revitalisasi untuk 71 ribu sekolah di Indonesia pada 2026. Prioritasnya adalah sekolah dengan kategori rusak berat, sekolah yang rusak akibat bencana, dan sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

"Untuk SDN 3 Sembung Gede ini masuk ke prioritas pertama yaitu rusak berat. Sudah saya koordinasikan untuk ditindaklanjuti dan dicek, memastikan sekolah ini masuk ke daftar prioritas. Sebab, anak-anak membutuhkan ruang belajar. Selama ini mereka belajar di ruang perpusatakaan," paparnya.

2. Pengecekan ke lapangan penting untuk memastikan program revitalisasi sekolah dilaksanakan dengan baik

IMG-20260604-WA0012.jpg
Suasana ruangan belajar di SMPN 6 Tabanan setelah direvitalisasi. (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Fajar memaparkan, tujuannya datang ke Tabanan dalam rangka peninjauan dan memastikan program revitalisasi sekolah berjalan baik.

"Saya juga diberikan kesempatan untuk meresmikan program revitalisasi sekolah di SMP Muhammadiyah dan SMPN 6 Tabanan. Kami ingin memastikan kualitas pelaksanaan program dari pemerintah sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh murid," ujarnya.

Sekadar diketahui, sebanyak lima ruang kelas IX di SMPN 6 Tabanan mendapat rehab. Ada juga tiga unit toilet yakni masing-masing toilet putra, putri, dan disabilitas. Total anggaran revitalisasi ini sebesar Rp2 miliar lebih.

3. Mengecek pelaksanaan MBG di Tabanan

IMG-20260604-WA0016.jpg
Suasana kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, di SMPN 6 Tabanan, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Selain mengecek revitalisasi sekolah, Fajar juga mengecek pemberian MBG (makanan bergizi gratis) agar para siswa mendapat makanan yang bermutu, sehat, dan terbebas dari keracunan.

"Kami ingin memastikan murid mengkonsumsi makanan yang aman dan sehat," katanya.

Menurutnya, untuk memperbaiki ekosistem pendidikan, satu cara yang dilakukan Pemerintah Pusat adalah peningkatan infrastruktur pendidikan agar lebih baik, dan siswa mendapat asupan gizi yang terjamin.

Selain meninjau dua program itu, Fajar juga mengecek tunjangan profesi guru sebesar Rp2 juta per bulan bagi guru nonASN. Program ini telah berjalan selama satu tahun.

"Di Bali, khususnya di Tabanan, saya ingin pastikan apakah sudah berjalan belum. Tadi saya cek di sekolah swasta sudah jalan," ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More