Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Disdik Tabanan Khawatir SMPN 5 Pupuan Kekurangan Siswa

Disdik Tabanan Khawatir SMPN 5 Pupuan Kekurangan Siswa
Ilustrasi siswa (IDN Times/Sukma Sakti)
Intinya Sih
5W1H
  • Disdik Tabanan memetakan sekolah berpotensi kekurangan siswa, terutama SMPN 5 Pupuan, dan mengajak tokoh masyarakat serta SD pendukung untuk menjaga pemerataan jumlah murid di wilayah pedesaan.
  • Minimnya siswa melanjutkan ke SMPN 5 Pupuan dipengaruhi faktor lokasi, akses, dan persepsi masyarakat, meski mutu pendidikan serta fasilitas sekolah dinilai sudah sangat memadai.
  • SMPN 5 Pupuan menargetkan dua rombongan belajar dengan kapasitas 20 murid per kelas pada Tahun Ajaran 2026/2027 setelah tahun sebelumnya hanya menerima 14 siswa baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tabanan, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan mulai memetakan sejumlah sekolah yang berpotensi kekurangan siswa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah yang jadi sorotan ini difokuskan pada wilayah pedesaan, seperti Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Pupuan di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan.

Sekolah ini diprediksi akan kekurangan siswa pada penerimaan murid tahun ajaran baru, sehingga Disdik Tabanan turun langsung mengambil langkah antisipasi.

1. Disdik Tabanan berkoordinasi dengan tokoh setempat

Ilustrasi siswa SD (IDN Times/Sukma Sakti)
Ilustrasi siswa (IDN Times/Sukma Sakti)

Disdik Tabanan telah mengumpulkan tokoh masyarakat, pemerintah desa, bendesa adat, komite sekolah, hingga sekolah dasar (SD) pendukung untuk memperkuat komitmen bersama. Pihaknya berharap lulusan SD di wilayah setempat tetap melanjutkan pendidikan ke SMPN 5 Pupuan,

Kepala Disdik Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, menyebutkan SD yang menjadi pendukung SMPN 5 Pupuan antara lain SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Munduk Temu.

"Semua pihak terkait sudah kami undang. Harapannya tidak ada lagi warga yang memilih sekolah ke luar daerah, padahal di desa sudah ada SMP,” ujarnya, Kamis (4/6/2026)

Menurut Darma Utama, upaya ini untuk mencegah penumpukan siswa di sekolah perkotaan maupun SMP lain di wilayah Pupuan. Pemerataan jumlah siswa dinilai penting demi menjaga keberlangsungan sekolah-sekolah di pedesaan.

2. Faktor minimnya siswa melanjutkan sekolah di SMPN 5 Pupuan

Ilustrasi siswa. IDN Times/Sukma Sakti
Ilustrasi siswa. (IDN Times/Sukma Sakti)

Darma Utama mengatakan, minimnya siswa melanjutkan sekolah ke SMPN 5 Pupuan dipengaruhi sejumlah faktor. Seperti lokasinya di pedesaan, akses, persepsi masyarakat terhadap sekolah favorit dan nonfavorit. Ia menilai, jika dilihat dari segi mutu, sarana prasarana, dan tenaga pendidik di SMPN 5 Pupuan sangat memadai.

"Sekolah ini juga sudah direhabilitasi beberapa tahun lalu, dan hasil evaluasi pendidikan menunjukkan kualitasnya baik," kata Darma.

3. SMPN 5 Pupuan menargetkan dua rombel pada Tahun Ajaran 2026/2027

Ilustrasi siswa SD
Ilustrasi siswa SD (unsplash.com/Husniati Salma)

Kepala SMPN 5 Pupuan, I Putu Suarta (52), mengatakan pihaknya menargetkan satu rombongan belajar (rombel) terisi dengan kapasitas 20 murid pada Tahun Ajaran 2026/2027. SMPN 5 Pupuan sejatinya memiliki kuota untuk dua rombel.

Ia mengakui penerimaan siswa baru sangat minim di sekolahnya. Fakta ini bisa dilihat pada Tahun Ajaran 2025/2026, yang hanya mendapatkan 14 siswa baru. Minimnya penerimaan siswa baru ini juga dipengaruhi oleh minimnya lulusan SD di tiga SD pendukung.

"Minimnya penerimaan di sekolah kami juga dipengaruhi dengan minimnya lulusan siswa pada tiga SD pendukung yang tamat tahun ajaran ini. Yaitu sekitar hanya 32 orang," ujar Suarta.

Suarta menyebutkan, sarana seperti lapangan basket dan voli sudah tersedia di SMPN 5 Pupuan. Akses jalannya juga sudah bagus. Fasilitas penunjang akademis pun sangat memadai, mulai dari ruang laboratorium, jumlah guru yang pas, hingga penyediaan fasilitas WiFi gratis.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More