Tabanan, IDNTimes- Festival Jatiluwih 2026 digelar di objek wisata Jatiluwih, Bali, mulai Sabtu (20/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026). Selain pertunjukkan seni budaya dan UMKM, ada salah satu kegiatan menarik selama festival berlangsung, adalah melihat langsung pengrajin membuat kerajinan pindekan atau baling-baling bambu.
Pindekan merupakan baling-baling bambu tradisional dengan ukuran kurang lebih 80 centimeter. Petani di Jatiluwih, Kecamatan Penebel masih menancapkan baling-baling dengan tiang pancang bambu di lahan sawah atau halaman rumah. Hal tersebut dimaksudkan agar pindekan mendapatkan embusan angin sehingga medan bunyinya dapat menjangkau jarak yang cukup jauh. Tujuan pemasangan pindekan selain menikmati bunyi yang dihasilkan dari putaran baling-baling bambu, sekaligus untuk mengusir burung yang suka memakan tanaman padi petani. Secara niskala (dimensi spritual), pindekan diyakini juga bisa mengusir hama tikus.
