IDN Times/Irma Yudistirani
Sosok Putri Bulan dikenal sebagai penyanyi bersuara lembut tidak terlepas dari peran sang ayah dan kakek. Putri Bulan mengaku hobi menyanyi sejak usia tiga tahun. Melihat bakat tersebut, Putri Bulan lantas dilatih oleh ayah dan kakeknya yang dulu pemain musik.
"Saya memang suka nyanyi dari umur 3 tahun. Itu diajarin ajik (Ayah-red) dan kakek yang kebetulan zaman dulu jadi pemain cello," tuturnya.
Putri Bulan kemudian memberanikan diri masuk dapur rekaman tahun 2004. Kala itu, single Tembang Tresna menjadi single pertamanya, sebagai pendukung di album "Sasih Karo" karya Jaya Pangus.
Namun Putri Bulan kala itu belum dikenal luas. Barulah saat single Taman Kota dalam album kompilasi Nampang Semengan tahun 2006, namanya mulai melejit. Namanya menjadi idola bahkan hingga kini.
Ia semakin melejit lagi saat bergabung dalam grup trio bernama Trio Kirani di bawah bendera Januadi Record. Sejak tahun 2006, hampir setiap tahun karyanya ikut dalam album kompilasi baik dengan Trio Kirani, Trio Januadi dan penyanyi lainnya. Terakhir ia ikut dalam album kompilasi Trio Kirani, Tison, dan Tut Asmara tahun 2014.
Setelah itu, ia lama vakum. Ia memilih menikmati kesibukannya mengurus rumah tangga, suami dan anak. Apalagi sang suami yang bekerja di BUMN (PLN) waktu itu dipindahtugaskan ke Klungkung. Sehingga sekeluarga harus menetap di Klungkung selama hampir empat tahun.
"Selama empat tahun memang tinggal di Klungkung, ikut suami. Jadi belum sempat merilis karya baru selama itu. Tapi sekarang suami sudah pindah kembali tugas di Denpasar. Berkat dukungan suami dan keluarga juga, saya kembali merilis karya baru untuk mengobati kerinduan penggemar," ceritanya.